RADARTUBAN - Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA resmi menunda kembaki jadwal peluncuran misi Artemis 2 setelah serangkaian masalah muncul lada gladi bersih awal Februari ini.
Pada mulanya, misi berawak yang akan mengorbit Bukan tersebut ditargetkan meluncur paling cepat pada 6 Februari mendatang.
Tetapi karena adanya masalah peluang tersebut peluncuran ini Artemis 2 baru tersedia pada bulan Maret.
Penundaan ini dipicu oleh kebocoran hidrogen cair yang terjadi pada roket Space Launch System (SLS) saat uji pengisian bahan bakar di landasan.
Meskipun para insinyur sempat dapat mengendalikan kebocoran dan berhasil mengisi hampir 800 ribu galon bahan bakar, lonjakan kebocoran kembali muncul pada menit akhir hitung mundur.
Keadaan tersebut membuat sistem hitung mundur otomatis mengehentikan proses gladi bersih demi keselamatan.
NASA mengatakan gladi bersih ini sengaja dilakukan untuk menemukan potensi masalah sebelum penerbangan sebenarnya.
Selain kebocoran hidrogen, badan antariksa tersebut juga menemui kendala lain seperti pengaruh cuaca dingin terhadap peralatan, lambatnya proses pengisian ketakanan pada modul kru Orion, serta gangguan komunikasi audio di tim darat.
Seluruh data dari uji coba ini tengah dianalisis oleh NASA guna menentukan langkah perbaikan yang sesuai. Badan tersebut menambahkan sebagian besar masalah dapat diperbaiki di landasan peluncuran sebelum upaya gladi bersih selanjutnya.
Dengan peluncuran misi Artemis 2 pada Februari yang dibatalkan, Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen mengakhiri masa karantina pra-penerbangan.
Mereka rencananya akan kembali menjalani pelatihan sembari menunggu jadwal baru yang diperkirakan jatuh antara 6 hingga 11 Maret. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama