RADARTUBAN - Militer Israel melakukan serangan melalui jalur udara yang menyasar deretan instalasi energi di wilayah Iran pada Sabtu malam tanggal (7/3).
Aksi militer tersebut menyebabkan munculnya dentuman yang sangat keras serta kemunculan api besar yang membuat langit di atas Teheran dan kota tetangganya, Karaj, menjadi terang benderang.
Peristiwa tersebut menjadi titik baru bagi meningkatnya ketegangan dalam perseteruan kedua belah pihak yang memang sudah berada dalam situasi genting selama bertahun-tahun.
Kabarnya suara yang ditimbulkan terdengar hingga ke berbagai sudut kota Teheran yang dihuni oleh kurang lebih 10 juta penduduk.
Kepulan asap hitam serta bola api yang berasal dari lokasi penyimpanan bahan bakar sehingga memicu keresahan warga di sekitarnya.
Baca Juga: Iran, Imtaq, dan Iptek
Fasilitas Energi Jadi Target Serangan
Berdasarkan pemberitaan The New York Times pada hari Minggu, serangan tersebut menyasar kompleks energi dan tempat penyimpanan bahan bakar di ibu kota yang dianggap berkaitan dengan militer Iran.
Hal tersebut adalah pertama kalinya infrastruktur energi negara dijadikan sasaran utama semenjak operasi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel dimulai pada pekan sebelumnya.
Awalnya Fokus pada Fasilitas Militer
Pada hari-hari awal operasi, serangan gabungan tersebut fokus untuk melumpuhkan struktur kepemimpinan, pusat keamanan, markas polisi, dan juga tempat pembuatan dan peluncuran rudal.
Tujuan dari hal tersebut untuk menekan kemampuan Teheran dalam mengembangkan persenjataan nuklir mereka.
Eskalasi Baru dalam Konflik
Namun, peralihan fokus serangan ke arah fasilitas energi ini dianggap sebagai bentuk eskalasi yang dapat memperparah dampak dari peperangan yang sedang berlangsung.
Kondisi Teheran sebagai kawasan yang sangat padat penduduk membuat risiko terhadap area sipil meningkat karena lokasinya yang berdekatan dengan instalasi militer atau industri vital.
Kerusakan Infrastruktur dan Permukiman
Pihak media nasional setempat bersama penduduk melaporkan adanya kerusakan yang cukup parah di sekitar lokasi terjadinya ledakan.
Gelombang dari ledakan yang terjadi kabarnya hingga merusak rumah warga, tempat usaha, fasilitas jalan, jaringan pipa air, hingga sarana pendidikan dan kesehatan.
Pemerintah Iran Kerahkan Tim Darurat
Kementerian Perminyakan Iran mengkonfirmasi bahwa sejumlah tempat penyimpanan minyak di Provinsi Teheran dan Alborz memang menjadi titik jatuhnya serangan.
Pemerintah setempat langsung menugaskan petugas pemadam kebakaran dan juga tim medis darurat untuk memadamkan kobaran api di area-area terdampak.
Baca Juga: Tak Mau Tunduk! PM Spanyol Pedro Sanchez Tantang Donald Trump Soal Perang Iran
Pihak kementerian memberikan jaminan bahwa ketersediaan energi bagi kebutuhan nasional masih dalam kondisi yang terkendali, meskipun terjadi kerusakan.
Pemerintah Iran mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan persiapan sebagai langkah mitigasi karena sudah memprediksi bahwa fasilitas energi mereka kemungkinan besar akan menjadi target operasi militer.
Israel Klaim Target Dukung Militer Iran
Selain itu, angkatan bersenjata Israel memberikan pembenaran atas operasi tersebut dengan alasan bahwa fasilitas itu menopang kekuatan militer Iran.
Pihak Israel menyatakan bahwa tindakan yang dilakukannya tersebut adalah langkah krusial yang ditujukan untuk melucuti sarana militer milik pemerintah Teheran.
Serangan Dekat Kilang Shahr Rey
Salah satu titik serangan berada di kawasan Shahr Rey yang berdekatan dengan instalasi kilang minyak utama yang melayani kebutuhan ibu kota.
Beberapa jam sebelum penyerangan tersebut, Israel dikabarkan juga telah menggempur Bandara Mehrabad yang merupakan gerbang utama penerbangan domestik di Iran.
Pihak Israel mengklaim bahwa bandara yang dilakukan tersebut menyasar pesawat yang diduga membawa bantuan dana serta persenjataan untuk kelompok mitra militer Iran di wilayah Timur Tengah.
Kekuatan ledakan baik yang berasal dari bandara maupun kilang minyak tersebut dilaporkan terasa hingga jarak yang cukup jauh dari pusat serangan.
Iran Luncurkan Serangan Balasan
Pasukan Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengumumkan telah memulai rangkaian serangan balasan untuk merespon tindakan Israel tersebut.
Kondisi ini semakin memperbesar kekhawatiran masyarakat internasional mengenai potensi terjadinya perang terbuka yang mencakup seluruh kawasan Timur Tengah. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni