Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

China Kembangkan Baterai Nuklir Mini, Diklaim Bisa Bertahan 50 Tahun Tanpa Dicas

Amaliya Syafithri • Jumat, 13 Maret 2026 | 19:10 WIB

Ilustrasi baterai nuklir
Ilustrasi baterai nuklir

RADARTUBAN - Perkembangan teknologi energi kembali mencuri perhatian dunia setelah sebuah perusahaan teknologi asal China berhasil mengembangkan baterai nuklir mini yang diklaim mampu bertahan hingga 50 tahun tanpa perlu diisi ulang.

Inovasi ini dikembangkan oleh perusahaan teknologi bernama Betavolt dengan produk baterai yang disebut BV100.

Menggunakan Energi Peluruhan Radioaktif

Baterai nuklir ini bekerja dengan cara yang berbeda dari baterai konvensional. Jika baterai biasa menghasilkan listrik melalui reaksi kimia, baterai BV100 memanfaatkan energi dari peluruhan radioaktif isotop Nikel-63.

Energi yang dihasilkan dari proses peluruhan tersebut kemudian dikonversi menjadi listrik melalui semikonduktor berbahan berlian.

Baca Juga: Trump Ultimatum Iran: Segera Sepakati Nuklir dalam 10-15 Hari atau Hadapi Akibat Serius

Berukuran Mini dengan Masa Pakai Puluhan Tahun

Salah satu keunggulan utama baterai ini adalah masa pakainya yang sangat panjang.

Betavolt mengklaim bahwa baterai BV100 dapat menghasilkan listrik secara stabil hingga 50 tahun tanpa perlu pengisian ulang maupun perawatan khusus.

Selain itu, ukuran baterai ini juga sangat kecil, hanya sekitar 15 x 15 x 5 milimeter, bahkan lebih kecil dari sekeping koin.

Meskipun ukurannya kecil, baterai tersebut mampu menghasilkan listrik sekitar 100 mikrowatt dengan tegangan 3 volt.

Potensi Digunakan pada Perangkat Elektronik

Walaupun daya yang dihasilkan masih tergolong kecil, teknologi ini berpotensi digunakan untuk berbagai perangkat elektronik berdaya rendah seperti sensor, perangkat medis, drone kecil, serta mikroprosesor.

Selain daya tahan yang lama, baterai ini juga dirancang agar aman digunakan.

Menurut pengembangnya, baterai tersebut tidak memancarkan radiasi eksternal dan tidak mudah terbakar atau meledak.

Setelah masa peluruhan selesai, isotop nikel-63 akan berubah menjadi tembaga yang stabil dan tidak bersifat radioaktif.

Berpotensi Digunakan pada Smartphone di Masa Depan

Ke depan, Betavolt juga berencana mengembangkan versi baterai yang lebih kuat dengan daya hingga 1 watt.

Jika pengembangan ini berhasil, teknologi baterai nuklir berpotensi digunakan pada perangkat elektronik yang lebih besar, bahkan mungkin pada smartphone yang tidak perlu diisi ulang selama puluhan tahun.

Meski masih dalam tahap pengembangan, inovasi ini dianggap sebagai langkah besar dalam dunia teknologi energi.

Jika teknologi baterai nuklir mini benar-benar dapat digunakan secara luas, maka masa depan perangkat elektronik yang tidak perlu sering diisi daya mungkin bukan lagi sekadar konsep, melainkan kenyataan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Betavolt #teknologi energi #Baterai nuklir #China