Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dari EEG hingga BBT: Terobosan Ilmiah dalam Menjaga Keseimbangan Otak

M Robit Bilhaq
Penulis: M Robit Bilhaq❯
Iustrasi gelombang otak yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia.
Iustrasi gelombang otak yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia.

RADARTUBAN – Dalam hidup, manusia memiliki organ tubuh yang tidak pernah berhenti beraktivitas organ tersebut salah satunya adalah otak.


Advertisement

Disetiap detiknya, otak akan membentuk pola gelombang listrik yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan aktivitas yang sedang dilakukan.

Pola yang dihasilkan tersebut sering disebut gelombang otak, dan dalam satu kombinasi tertentu, ada jenis gelombang yang lebih dominan dibandingkan yang lain.

Dominasi gelombang yang dihasilkan tersebut bergantung pada keadaan seseorang, misalnya saat sedang fokus, rileks, tidur, atau mengalami tekanan.

Advertisement

Namun, keseimbangan pola gelombang otak sangat penting, apabila gelombang otak terjadi ketidakseimbangan.

Maka akan dapat memicu gangguan kesehatan mental maupun masalah pada sistem saraf, yang dapat berujung pada penyakit serius apabila tidak segera ditangani.

Gelombang otak pertama kali ditemukan oleh ahli saraf asal Jerman, Hans Berger, pada pertengahan 1920-an.

Advertisement

Hans Berger adalah orang pertama yang berhasil merekam aktivitas listrik otak menggunakan alat bernama elektroensefalografi (EEG).

Penemuan tersebut menjadi tonggak penting dalam dunia kedokteran dan neurologi, karena sejak penemuan gelombang otak pertama EEG digunakan secara luas untuk mempelajari kondisi mental dan saraf manusia.

Hingga saat ini EEG terbukti mampu membantu mendiagnosis berbagai penyakit yang berkaitan dengan fungsi otak, beberapa di antaranya adalah epilepsi, gangguan tidur, penyakit Alzheimer.

Serta sejumlah masalah mental dan neurologis lainnya, dengan melakkan pemantauan pola gelombang otak, adanya kelainan aktivitas listrik yang menjadi indikasi gangguan tertentu kini dapat diketahui oleh dokter.

Selain ditemukannya alat diagnosis, perkembangan ilmu pengetahuan juga melahirkan metode terapi yang diyakini dapat memperbaiki masalah ketidakseimbangan gelombang otak.

Terapi tersebut dikenal dengan nama terapi gelombang otak atau binaural beat therapy (BBT), prinsipnya adalah menciptakan frekuensi suara tertentu yang dapat menstimulasi otak agar kembali menghasilkan pola gelombang yang akan seimbang kembali.

Terapi BBT dipercaya bisa memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan.

Di antaranya yaitu mengurangi stres dan kecemasan, meredakan rasa nyeri, mengatasi sakit kepala maupun migrain, membantu penderita insomnia, meningkatkan konsentrasi dan kemampuan belajar, serta memperkuat daya ingat.

Dengan kata lain, tidak hanya berfungsi untuk memperbaiki kondisi mental, tetapi terapi ini juga mendukung kualitas hidup secara keseluruhan.

Meski demikian, para ahli tetap menekankan bahwa terapi gelombang otak bukanlah pengganti pengobatan medis.

Terapi ini lebih tepat dipandang sebagai metode pendukung yang dapat membantu menjaga keseimbangan aktivitas otak.

Penelitian lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memastikan efektivitasnya secara klinis.

Dengan semakin berkembangnya teknologi dan pemahaman tentang gelombang otak tersebut, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mental dan saraf yang ada di tubuh manusia.

Gelombang otak bukan sekadar fenomena biologis, melainkan kunci untuk memahami bagaimana pikiran, emosi, dan tubuh saling berhubungan dalam menjaga keseimbangan dalam hidup. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mengapa Otak Gemar Menciptakan Skenario Imajinatif Sebelum Tidur? Ini Penjelasan Psikologinyai

Mengapa Otak Gemar Menciptakan Skenario Imajinatif Sebelum Tidur? Ini Penjelasan Psikologinyai

Sering membuat skenario imajinatif sebelum tidur? Kenali penjelasan psikologi, peran otak, dan tanda lamunan yang perlu diwaspadai.

Sering Kurang Tidur dan Multitasking? Ini Dampaknya bagi Kesehatan Otak

Sering Kurang Tidur dan Multitasking? Ini Dampaknya bagi Kesehatan Otak

Dokter bedah saraf dr. Ryan Keswani menjelaskan cara kerja otak dan kebiasaan yang perlu dijaga agar konsentrasi serta fungsi kognitif tetap optimal. Simak selengkapnya.

Jaga Fungsi Otak hingga Usia Tua, Dokter Bedah Saraf Ungkap 3 Pilar Gaya Hidup Sehat

Jaga Fungsi Otak hingga Usia Tua, Dokter Bedah Saraf Ungkap 3 Pilar Gaya Hidup Sehat

Ingin menjaga fungsi otak hingga usia tua? Kenali tiga pilar gaya hidup sehat serta dampak multitasking terhadap konsentrasi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer