Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kesehatan Mental Kerja Terancam Burnout, Ini Peran Karyawan dan Pemimpin Cegah Toxic Workplace

S
Penulis: Silva Ayu Triani❯
Ilustrasi pekerja mengalami kelelahan mental akibat tekanan kerja di kantor.
Ilustrasi pekerja mengalami kelelahan mental akibat tekanan kerja di kantor.

RADARTUBAN - Fenomena kelelahan mental atau burnout di lingkungan kerja menjadi ancaman serius bagi produktivitas dan kesejahteraan psikologis pekerja di kota-kota besar Indonesia.


Advertisement

Banyak karyawan yang terjebak dalam dilema antara beban kerja yang tinggi dengan tuntutan untuk tetap profesional di bawah pimpinan yang kurang suportif.

Topik ini dibahas dalam podcast Improved Mind di kanal YouTube Rory Asyari pada Selasa (9/12), menghadirkan pakar psikologi klinis, Analisa Widyaningrum.

Podcast tersebut mengulas strategi menghadapi tekanan kerja serta membangun kepemimpinan yang lebih manusiawi.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele! Ini 6 Tanda Toxic Positivity yang Diam-Diam Merusak Kesehatan Mental Kita

Advertisement

Situasi kerja yang dinamis sering kali memicu stres, namun tidak semua stres berdampak buruk bagi individu.

Analisa menjelaskan bahwa ada perbedaan mendasar antara stres yang memacu pertumbuhan, dengan stres kronis yang berujung pada kelelahan emosional yang berat.

Menurutnya, burnout kerap terjadi bukan semata akibat beban tugas yang tinggi, melainkan karena kurangnya dukungan dan sumber daya yang memadai.

Advertisement

Ketidakseimbangan ini dapat merusak pola pikir serta menurunkan motivasi kerja jika dibiarkan berlarut-larut.
Baca Juga: Baru Punya Kartu Kredit? Ini 6 Tips Penting agar Tidak Tekor dan Terjebak Utang Toxic

Kelelahan emosional ini sering kali berawal dari ketidakmampuan individu dalam mengelola respons terhadap tekanan lingkungan yang datang bertubi-tubi.

Analisa menekankan pentingnya mengambil jeda sejenak sebelum bereaksi saat sedang merasa sangat tertekan atau marah di kantor.

"Emosi itu bekerja 6 detik lebih cepat daripada logika kita," ujarnya. Jeda singkat ini sangat krusial agar logika manusia tetap berjalan dan tidak mengambil keputusan yang impulsif atau destruktif bagi reputasi kariernya di masa depan.

Di sisi lain, peran pemimpin juga menjadi faktor penentu utama dalam menjaga kewarasan mental para karyawan.

Seorang pemimpin dituntut untuk tidak hanya memberikan instruksi yang kaku, tetapi juga mampu menumbuhkan harapan serta kepercayaan diri pada setiap anggota timnya.

Namun, jika lingkungan kerja sudah dianggap sangat tidak sehat dan mulai melanggar prinsip dasar pribadi, pekerja harus memiliki keberanian untuk mengambil sikap tegas.

"Toxic yang enggak bisa ditolerir adalah ketika itu berlawanan sama hati nurani dan integritas," jelas Analisa.

Bagi mereka yang saat ini belum memiliki pilihan atau kemapanan finansial untuk berpindah tempat kerja, konsistensi dalam menjaga kinerja harian adalah kunci utama untuk bertahan hidup.

Menjaga fokus sepenuhnya pada tanggung jawab harian dapat membantu meredam rasa cemas yang berlebihan terhadap masa depan yang belum pasti.

Penekanan pada hasil kerja terbaik merupakan investasi jangka panjang bagi nilai tawar seorang profesional di pasar tenaga kerja nantinya.

"Hari ini lebih capek cari kerja daripada kerja," katanya sebagai pesan realistis bagi para pekerja, agar lebih bijak dalam merencanakan langkah karier selanjutnya tanpa gegabah.

Kesehatan mental di tempat kerja merupakan hasil sinergi antara kemampuan regulasi emosi karyawan dan kebijakan pemimpin yang berintegritas.

Menjaga keseimbangan hidup melalui kebahagiaan sederhana di luar jam kerja membantu menciptakan lingkungan yang harmonis dan tetap produktif di tengah tantangan ekonomi. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Waspadai Emotional Burnout, Ini 5 Tanda Kelelahan Emosional yang Tak Boleh Diabaikan

Waspadai Emotional Burnout, Ini 5 Tanda Kelelahan Emosional yang Tak Boleh Diabaikan

Emotional burnout akibat stres berkepanjangan dapat mengganggu aktivitas. Simak lima gejala dan langkah penanganan awalnya.

Pernah Alami Burnout, Ariel Tatum Kini Lebih Selektif Kerja dan Utamakan Kesehatan Mental

Pernah Alami Burnout, Ariel Tatum Kini Lebih Selektif Kerja dan Utamakan Kesehatan Mental

Ariel Tatum mengungkap pengalaman burnout hingga memilih hidup lebih lambat, selektif bekerja, dan memprioritaskan kesehatan mental.

Psikolog Ungkap Alasan Anak Muda Rentan Burnout, Ternyata Bukan Hanya karena Pekerjaan

Psikolog Ungkap Alasan Anak Muda Rentan Burnout, Ternyata Bukan Hanya karena Pekerjaan

Tekanan ekspektasi sosial dan keluarga disebut menjadi salah satu pemicu burnout pada generasi muda usia 20 hingga 30 tahun.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer