Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berapa Lama Waktu Ideal untuk Tidur Siang? Ini yang Perlu Diperhatikan

N
Penulis: Nadiyatul Ul Ya❯
Ilustrasi tidur siang. (unsplash.com/ slaapwijsheid.nl)
Ilustrasi tidur siang. (unsplash.com/ slaapwijsheid.nl)

Advertisement

RADARTUBAN – Tidur siang dapat membantu memulihkan energi dan meningkatkan konsentrasi di tengah aktivitas yang padat.

Namun, durasi yang terlalu panjang atau waktu tidur siang yang kurang tepat berpotensi membuat seseorang merasa semakin mengantuk serta mengganggu waktu tidurnya pada malam hari.

Praktisi kesehatan sekaligus pengusaha dr. Tirta Mandira Hudhi menyoroti pentingnya mengatur waktu istirahat agar tetap seimbang dengan kebutuhan tidur malam.

Kebiasaan tidur siang perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh supaya manfaatnya dapat dirasakan tanpa mengganggu pola tidur sehari-hari.

Tidur siang yang berlangsung terlalu lama dapat membuat seseorang mengalami sleep inertia, yaitu kondisi ketika tubuh masih terasa mengantuk, lamban, atau kurang waspada sesaat setelah terbangun.

Advertisement

Efek ini dapat terjadi ketika seseorang terbangun dari tidur yang lebih dalam.

Selain itu, tidur siang terlalu lama, terutama jika dilakukan menjelang sore, dapat mengurangi dorongan untuk tidur pada malam hari.

Akibatnya, sebagian orang menjadi lebih sulit terlelap atau mengalami perubahan jadwal tidur.

Durasi Tidur Siang yang Perlu Diperhatikan

Tidur siang singkat atau power nap selama sekitar 15–30 menit kerap menjadi pilihan untuk membantu meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi.

Durasi tersebut relatif singkat sehingga dapat mengurangi kemungkinan terbangun dari fase tidur yang lebih dalam.

Advertisement
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

1 dari 10 Anak Indonesia Terindikasi Masalah Kesehatan Jiwa,  Ini 5 Cara Memberi Pertolongan Pertama

1 dari 10 Anak Indonesia Terindikasi Masalah Kesehatan Jiwa, Ini 5 Cara Memberi Pertolongan Pertama

Kemenkes menyebut 1 dari 10 anak Indonesia terindikasi mengalami masalah kesehatan jiwa. Kenali lima langkah pertolongan pertama untuk mendukung kesehatan mental anak.

Kesehatan Mental Tak Cukup Diatasi dengan Obat, Profesor dari Harvard Ungkap Alasannya

Kesehatan Mental Tak Cukup Diatasi dengan Obat, Profesor dari Harvard Ungkap Alasannya

RADARTUBAN - Penanganan kesehatan mental tidak selalu cukup dilakukan melalui pemberian obat di ruang konsultasi. Kondisi psikologis seseorang juga dapat berkaitan dengan pengalaman trauma, lingkungan sosial, hingga per

Pandangan soal Usia Ternyata Berkaitan dengan Kesehatan Lansia, dr. Indra Ungkap Dampak Stereotip

Pandangan soal Usia Ternyata Berkaitan dengan Kesehatan Lansia, dr. Indra Ungkap Dampak Stereotip

Pandangan negatif soal usia tua dikaitkan dengan sejumlah risiko kesehatan. dr. Indra menjelaskan konsep stereotype embodiment.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer