Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Operasi Bariatrik Bukan Sekadar untuk Langsing, Ini Penjelasan Dokter soal Risikonya

S
Penulis: Sita Devi Alfiyah❯
Ilustrasi Operasi Bariatrik. (Radar Tuban/ AI)
Ilustrasi Operasi Bariatrik. (Radar Tuban/ AI)

Advertisement

RADARTUBAN - Operasi bariatrik menjadi salah satu pilihan penanganan medis bagi pasien obesitas yang membutuhkan bantuan untuk menurunkan berat badan sekaligus mengurangi risiko penyakit penyerta.

Namun, prosedur ini bukan tindakan yang bisa dilakukan oleh setiap orang yang ingin memiliki tubuh lebih langsing.

Dokter Bedah pencernaan dr. Handy Wing, Sp.B, Subsp.BD(K), menjelaskan melalui kanal YouTube Lula Kamal bahwa operasi bariatrik memiliki indikasi klinis dan risiko yang harus dipertimbangkan secara matang.

Tindakan ini bertujuan menangani masalah kesehatan akibat obesitas, bukan semata-mata untuk kepentingan estetika.

"Jadi bariatrik itu bukan buat semua orang, karena bariatrik itu tetap memiliki risiko," ujar dr. Handy.

Advertisement

Operasi bariatrik melibatkan perubahan struktur sistem pencernaan untuk membantu mengendalikan berat badan.

Karena itu, pasien perlu menjalani pemeriksaan menyeluruh dan berkonsultasi dengan dokter spesialis sebelum memutuskan tindakan.

Mengenal Indikasi dan Teknik Operasi Bariatrik

Obesitas tidak lagi dipandang sekadar persoalan gaya hidup atau kurangnya kemauan menjaga pola makan.

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis sehingga memerlukan penanganan yang sesuai dengan kondisi setiap pasien.

Advertisement
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pakar Ortopedi dr. Henry Suhendra Bongkar 4 Mitos Kesehatan, dari Kolesterol hingga Suntik Pelangsin

Pakar Ortopedi dr. Henry Suhendra Bongkar 4 Mitos Kesehatan, dari Kolesterol hingga Suntik Pelangsin

Pakar ortopedi dr. Henry Suhendra mengulas soal mitos kesehatan, mulai dari gula dan penyakit jantung, kebutuhan vitamin D, hidrasi lansia, hingga suntik pelangsing.

Jangan Langsung Main HP saat Bangun Tidur, Ini 5 Kebiasaan Pagi untuk Jaga Kesehatan

Jangan Langsung Main HP saat Bangun Tidur, Ini 5 Kebiasaan Pagi untuk Jaga Kesehatan

Ingin menjaga energi sepanjang hari? Simak lima kebiasaan selama 30 menit pertama setelah bangun tidur menurut dr. Indra Gunawan.

Sering Kurang Tidur dan Multitasking? Ini Dampaknya bagi Kesehatan Otak

Sering Kurang Tidur dan Multitasking? Ini Dampaknya bagi Kesehatan Otak

Dokter bedah saraf dr. Ryan Keswani menjelaskan cara kerja otak dan kebiasaan yang perlu dijaga agar konsentrasi serta fungsi kognitif tetap optimal. Simak selengkapnya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer