RADARTUBAN-Bagi sebagian orang dewasa, minum kopi adalah kebutuhan. Termasuk dari kalangan perempuan.
Bagaimana dengan si kecil. Bolehkah anak kecil minum kopi? Benarkah tradisi di Indonesia yang beranggapan anak perlu diminumi kopi untuk mencegah step?
Dikutip dari pediasure.co.id, kopi termasuk salah satu jenis minuman zat kafein.
Kandungan yang sama juga terdapat dalam minuman teh, cokelat, dan minuman berenergi.
Kafein yang mengandung kimia alami memiliki efek stimulan yang merangsang sistem saraf pusat, jantung, dan otot yang mengontrol tekanan darah. Karena itu, minuman kopi memicu kenaikan tekanan darah.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) belum membahas terkait boleh tidaknya anak kecil minum kopi. Namun, American Academy of Pediatrics (AAP) melarang konsumsi kafein untuk anak-anak.
Pertimbangannya, kafein memiliki dose-response effect atau efek dosis-respons. Artinya, seberapa besar dosis yang diterima, sebesar itu pula dampak yang bakal dirasakan.
Anak yang memiliki ukuran tubuh lebih kecil hanya memerlukan jumlah kafein yang sedikit untuk menghasilkan respons. Terlalu banyak minum kopi bisa jadi menimbulkan efek yang tidak diinginkan.
Karena itu, jika memang bisa dihindari, sebaiknya untuk tidak membiarkan si buyung dan si upik minum kopi.
Terlebih, saat ini kebanyakan menu kopi tidak hanya mengandung kafein, tapi juga gula, creamer, dan whipped cream dalam jumlah tinggi.
Minum kopi memiliki efek samping bagi tubuh, sekalipun orang dewasa. Hal ini juga berlaku bagi si kecil. Beberapa efek samping kafein bagi si kecil sebagai berikut:
1. Tidak Bisa Tidur
Insomnia atau tidak bisa tidur bisa terjadi pada si kecil setelah minum. Itu karena kopi masih tersimpan di dalam tubuh hingga delapan jam. Kurang tidur bisa berdampak pada tumbuh kembangnya.
2. Gelisah dan Hiperaktif
Kedua efek ini tidak hanya berlaku bagi orang dewasa. Setelah minum kopi, anak bisa menunjukkan perilaku gelisah dan hiperaktif, sehingga kurang berhati-hati saat beraktivitas.
3. Kurang Nafsu Makan
Jika tubuh si kecil mendapatkan kafein, maka bisa menyebabkan kurang nafsu makan.
Tidak jarang minuman kopi juga menyebabkan gangguan pencernaan pada si kecil. Salah satunya sakit perut atau mual.
Karena kebutuhan kafein bagi anak perlu dibatasi, Kanada sudah memiliki beberapa pedoman dasar jumlah kafein bagi si kecil.
Adapun rekomendasi batas harian kafein di Kanada, yaitu:
● Usia 4 – 6: 45 mg (sekitar setengah cangkir kopi)
● Usia 7 – 9: 62,5 mg
● Usia 10 – 12: 85 mg
● Remaja: 85 – 100 mg
(ds)