Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kondisi Amandel Seperti Apa yang Harus Dioperasi? Praktisi Kesehatan Menjelaskan

Dwi Setiyawan • Rabu, 6 Desember 2023 | 19:39 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN-Apakah setiap pembesaran amandel harus dioperasi? Dokter spesialis telinga hidung tenggorokan Ika Dewi Mayangsari mengatakan, operasi baru diperlukan kalau pembesaran amandel menimbulkan gangguan sumbatan jalan napas atas saat tidur.


Dia menerangkan sumbatan jalan napas atas pada saat tidur merupakan suatu gangguan tidur yang kondisi pasiennya secara sadar maupun tidak sadar berhenti bernapas yang diakibatkan obstruksi jalan nafas. Hal ini menyebabkan yang bersangkutan terbangun di tengah malam secara periodik.

Ika menyebut kondisi amandel yang membesar apabila ukurannya tidak sesuai dengan yang biasanya, yakni bila sudah lebih mencapai pilar tonsil. "Kalau kita berkaca, buka mulut, ada di bagian belakang kiri dan kanan ada yang bulat seperti bakso, lihat ukurannya, sudah sampai ke garis tengah atau tidak. Kiri dan kanan sama enggak ukurannya? Atau salah satu yang membesar, untuk menentukan ini ke arah mana pembesarannya," terang dia dikutip dari Antara.


Penyebab pembesaran amandel, kata dia, bisa akibat infeksi atau noninfeksi. Pembesaran akibat infeksi virus atau bakteri, dapat bersifat kronik (berjalan cukup lama) atau akut (baru). Sedangkan faktor noninfeksi yakni tumor dan ini perlu diwaspadai.

Ika menuturkan, indikasi perlunya amandel membesar dioperasi selain sudah memunculkan gangguan, juga apabila pengobatannya dengan obat antiradang baik lokal maupun sistemik dan terapi lainnya, kondisinya tak kunjung membaik.

Infeksi berulang setahun lebih dari empat kali juga merupakan suatu indikasi perlunya amandel yang membesar untuk dioperasi. Menurut dia, pertimbangan untuk operasi apabila pasien sudah menghindari berbagai faktor penyebab. Salah satunya konsumsi berlebihan makanan yang digoreng.


"Tapi tentunya, yang harus diingat, sudah berusaha untuk menghindari terjadi infeksi pada tenggorok misalnya makan makanan tertentu, terlalu banyak goreng-gorengan, perasa, itu kadang-kadang bisa menyebabkan peradangan pada tenggorok, termasuk pada amandel," tutur dokter Rumah Sakit Dr. Cipto Mangungkusumo Jakarta itu.

Ika menambahkan pembesaran amandel bukan suatu penyakit yang bersifat keturunan. Kondisi ini sangat bergantung pada daya tahan tubuh seseorang.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#operasi #amandel #pilar tonsil #Bernafas #gangguan napas