Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kepala Dinkes Jawa Timur Klaim Kasus Demam Berdarah Menurun, tapi Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Bihan Mokodompit • Sabtu, 17 Mei 2025 | 19:18 WIB
Ilustrasi nyamuk demam berdarah.
Ilustrasi nyamuk demam berdarah.

RADARTUBAN – Jumlah kasus DBD di Jawa Timur menurun pada awal tahun 2025.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur per 14 Mei 2025, tercatat 9.437 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang Januari hingga April.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang mencapai 14.634 kasus.

Kendati demikian, Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dr. Erwin Astha Triyono, menyatakan bahwa kewaspadaan tetap diperlukan karena penyakit ini bisa menyerang siapa saja.

“Walaupun trennya menurun, kita harus tetap waspada dan mengantisipasi kenaikan kasus DBD,” ujar dr. Erwin, saat ditemui awak media.

Anak-anak Masih Kelompok Rentan

Meskipun penurunan cukup signifikan, DBD masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat, terutama bagi anak-anak.

Dinas Kesehatan mencatat bahwa semua kelompok umur berisiko, namun tingkat kematian tertinggi tetap terjadi pada anak-anak.

“DBD menyerang semua kelompok umur, dari dewasa hingga anak-anak. Tingkat kematian tertinggi terjadi pada anak,” jelas dr. Erwin.

Hal ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan yang konsisten dari semua lapisan masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anak kecil.

PSN 3M Plus Digencarkan

Sebagai langkah strategis, Dinas Kesehatan Jawa Timur terus mendorong pelaksanaan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Kegiatan ini melibatkan peran aktif masyarakat untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk penyebab jumlah kasus DBD di Jawa Timur menurun.

PSN dilakukan dengan pendekatan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas.

Tambahan "Plus" yang dimaksud, menurut dr. Erwin, mencakup berbagai upaya perlindungan dari gigitan nyamuk.

“Plus yang paling penting adalah menghindari gigitan nyamuk,” tuturnya.

Masyarakat dianjurkan menggunakan kelambu saat tidur, memakai obat nyamuk, serta memasang alat seperti ovitrap, larvitrap, dan mosquitotrap di lingkungan rumah.

Nyamuk DBD Suka Air Jernih

Selain melakukan 3M Plus, masyarakat juga diimbau untuk mengenali kebiasaan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Kedua spesies ini dikenal berkembang biak di air jernih yang tidak bersentuhan langsung dengan tanah.

“Jika tempat air tidak bisa dikuras atau ditutup, maka bisa diberikan larvasida,” ujar dr. Erwin.

Tanaman pengusir nyamuk seperti sereh dan zodia juga disarankan sebagai langkah alami untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk di sekitar rumah.

Jangan Lengah dan Tetap Waspada

Turunnya jumlah kasus DBD di Jawa Timur tentu patut diapresiasi.

Namun, tantangan ke depan masih besar karena DBD tetap berpotensi mewabah jika masyarakat lengah.

Konsistensi dalam menerapkan PSN 3M Plus dan menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama. (*)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#dinas kesehatan #Jawa Timur #dbd #Demam Berdarah