RADARTUBAN - Mewarnai rambut merupakan sebuah tindakan modifikasi warna asli rambut dengan memanfaatkan produk pewarna tertentu, yang umumnya dilakukan untuk menunjang estetika penampilan atau sekadar menyamarkan rambut putih (uban).
Mewarnai rambut dapat dieksekusi oleh tenaga ahli di salon kecantikan maupun dilakukan secara mandiri di kediaman masing-masing menggunakan produk cat rambut kemasan yang praktis.
Ditinjau dari masa ketahanan warnanya, produk pewarna rambut secara garis besar diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yakni pewarna temporer, semi permanen, dan permanen.
Terdapat korelasi antara durasi ketahanan warna dengan intensitas bahan kimia yang terkandung semakin awet warna tersebut menempel, maka semakin tinggi pula konsentrasi zat kimia di dalamnya.
Zat-zat kimia seperti para-phenylenediamine (PPD), timbal asetat, serta hidrogen peroksida yang terkandung dalam produk tersebut berisiko merampas kelembapan alami rambut, sehingga menjadikannya rapuh dan gersang.
Potensi kerusakan rambut akan meningkat tajam apabila prosedur pewarnaan tidak dibarengi dengan upaya pemeliharaan rambut yang memadai.
Memahami metodologi perawatan rambut sangatlah vital bagi siapa pun yang berencana mengganti warna rambut guna meminimalisir dampak negatif yang mungkin timbul.
Secara anatomi, rambut terbagi atas bagian akar dan batang, di mana proses deposisi warna hanya menyasar bagian batang rambut saja.
Batang rambut sendiri tersusun atas tiga lapisan utama: medula yang berada di posisi terdalam dan berbentuk rongga; kutikula yang merupakan lapisan pelindung dari sel-sel keras; serta korteks yang menyimpan pigmen alami sebagai penentu warna asli rambut seseorang.
Ketika produk pewarna diaplikasikan, zat kimia di dalamnya akan bekerja dengan cara mengeliminasi pigmen warna orisinal pada lapisan korteks dan menyisipkan pigmen warna yang baru.
Umumnya, cairan pewarna rambut melibatkan bahan kimia seperti peroksida dan amonia yang berperan krusial dalam memfasilitasi transformasi warna tersebut.
Meskipun bahan kimia dalam cat rambut berfungsi untuk mengunci warna agar bertahan lama, zat-zat tersebut tanpa disadari dapat terserap ke dalam sistem tubuh.
Penggunaan yang berlebihan dan dilakukan secara kontinu dapat mengancam integritas rambut serta kesehatan tubuh secara umum.
Mengacu pada penjelasan Alodokter, berikut adalah deretan risiko kesehatan yang patut dipertimbangkan sebelum Anda memutuskan untuk mewarnai rambut:
1. Kerusakan Struktur dan Kerontokan Rambut
Dalam proses menciptakan rona baru, bahan kimia akan mengikis kandungan protein alami yang ada pada batang rambut agar pigmen buatan bisa masuk.
Hal ini mengakibatkan perubahan struktur rambut yang pada akhirnya membuat batang rambut menjadi lemah, terasa kasar, kering, hingga memicu kerontokan. Risiko ini akan menjadi lebih parah jika manajemen perawatan pasca-pewarnaan diabaikan.
2. Masalah Iritasi pada Kulit Kepala
Senyawa para-phenylenediamine (PPD) dikenal sebagai pemicu iritasi kulit, terutama pada area kepala.
Kontak langsung antara zat ini dengan kulit kepala dapat menimbulkan berbagai reaksi negatif seperti pembengkakan, kulit yang pecah-pecah dan kering, munculnya lepuhan, kemerahan, hingga sensasi panas terbakar.
3. Reaksi Alergi
PPD Kandungan zat para-phenylenediamine juga sering kali menjadi dalang di balik munculnya reaksi alergi.
Bagi individu yang memiliki sensitivitas tinggi, paparan PPD maupun hidrogen peroksida dapat memicu ruam kemerahan serta gatal-gatal pada area wajah dan kepala.
Dalam skenario yang lebih ekstrem, alergi ini bisa berujung pada anafilaksis, sebuah kondisi gawat darurat yang ditandai dengan pusing hebat, ruam kulit meluas, hingga pembengkakan pada bagian tangan, kaki, bibir, dan mata.
Jika saluran pernapasan ikut membengkak dan menyebabkan sesak napas, bantuan medis harus segera didapatkan.
4. Gangguan pada Indera Penglihatan
Cipratan cairan cat rambut yang tidak sengaja mengenai mata harus segera dibersihkan secara tuntas.
Jika residu kimia tersebut dibiarkan, dampaknya bisa bervariasi mulai dari iritasi dan mata merah hingga kerusakan mata permanen atau kebutaan, tergantung pada volume paparan dan jenis zat kimia yang mengenai mata.
5. Potensi Risiko Kanker
Meskipun masih menjadi perdebatan di kalangan peneliti, kaitan antara penggunaan pewarna rambut dengan risiko kanker tetap perlu diwaspadai.
Beberapa zat kimia seperti coal tar, timbal asetat, dan PPD diduga memiliki sifat karsinogenik.
Beberapa studi menunjukkan adanya potensi peningkatan risiko kanker kandung kemih, kanker payudara, limfoma, hingga leukemia pada pengguna tertentu. *)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni