RADARTUBAN - Terapi Semaglutide kini banyak dibicarakan sebagai salah satu solusi medis untuk membantu orang yang berjuang melawan obesitas.
Obat ini bekerja dengan cara menekan rasa lapar, sehingga penderitanya lebih mudah mengendalikan nafsu makan dan mengatur porsi makanan.
Namun, seiring semakin banyak orang yang mengenal dan menggunakan terapi Semaglutide, wajar jika muncul pertanyaan besar di tengah masyarakat: apakah obat ini benar-benar aman untuk membantu menurunkan berat badan?
Obesitas bukan sekadar soal angka di timbangan. Kondisi ini juga erat kaitannya dengan masalah metabolisme tubuh dan kesehatan psikologis.
Secara medis, orang dengan obesitas sering kali lebih cepat merasa lapar dan sulit merasakan kenyang.
Akibatnya, kalori yang masuk ke tubuh jadi berlebihan dan berat badan pun semakin sulit dikendalikan.
Jika tidak dibarengi dengan perubahan gaya hidup, obesitas bisa membuka jalan bagi berbagai penyakit kronis.
Karena itu, selain membiasakan pola hidup sehat dalam jangka panjang, sering kali diperlukan dukungan medis di tahap awal.
Intervensi ini membantu mengendalikan nafsu makan sehingga proses penurunan berat badan bisa berjalan lebih terarah dan tidak terasa terlalu berat.
Sebagai bagian dari pendekatan medis yang terarah, LIGHThouse Clinic menghadirkan program SemaSlim.
Program ini menggunakan injeksi Semaglutide untuk membantu pasien obesitas yang kesulitan mengendalikan nafsu makan.
Tidak hanya mengandalkan obat semata, SemaSlim dijalankan dengan pendampingan dokter dan ahli gizi, sehingga pasien mendapatkan dukungan menyeluruh—mulai dari pengaturan pola makan hingga perubahan gaya hidup yang lebih sehat.
Semaglutide telah diakui keamanannya oleh lembaga kesehatan internasional.
Menurut Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat, Semaglutide dianggap aman dan efektif untuk membantu mengendalikan berat badan.
National Institute for Health and Care Excellence (NICE) di Inggris juga menyatakan bahwa obat ini adalah salah satu pilihan yang dapat diandalkan untuk pengobatan obesitas.
Di Indonesia, Semaglutide sudah resmi mendapatkan izin edar, setelah lebih dulu disetujui oleh FDA di Amerika Serikat dan kemudian diikuti oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Mei dan Juni 2025.
Meski begitu, penggunaannya tidak bisa sembarangan. Obat ini tetap harus diberikan di bawah pengawasan dokter, serta dibarengi dengan pola makan rendah kalori dan aktivitas fisik teratur agar hasilnya benar-benar optimal dan aman.
Obat ini terbukti membantu mengendalikan kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol.
Bahkan, Semaglutide memberikan perlindungan tambahan bagi kesehatan jantung dan ginjal, sehingga menjadi pilihan yang menjanjikan bagi pasien obesitas yang ingin hidup lebih sehat dan terkontrol.
“Program SemaSlim bukan hanya soal injeksi Semaglutide. Kami merancangnya sebagai program penurunan berat badan yang menyeluruh. Dengan skrining ketat, dosis yang disesuaikan untuk tiap pasien, pendampingan dari ahli gizi, serta pemantauan rutin, kami ingin memastikan proses penurunan berat badan berjalan dengan aman, terarah, dan berkelanjutan,” jelas Anna Yesito Wibowo, Chief Medical Officer LIGHT Group, Rabu (14/1).
Setiap pasien akan menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh terlebih dahulu. Hasil penilaian akan menentukan dosis yang tepat untuk setiap kondisi.
Selain itu, ahli gizi membuat panduan pola makan khusus untuk pasien, yang memungkinkan penurunan berat badan yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan setiap orang. *)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni