Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sering Dikonsumsi, Makanan Ini Disebut Berkaitan dengan Risiko Kanker

M Robit Bilhaq • Minggu, 18 Januari 2026 | 15:30 WIB
Ilustrasi sel kanker.
Ilustrasi sel kanker.

RADARTUBAN - Kanker adalah kondisi medis yang diakibatkan oleh perkembangan sel-sel yang abnormal di dalam tubuh.

Penyakit kanker menjadi salah satu penyebab utama angka kematian di seluruh dunia yang dapat menyerang siapa saja tanpa melihat usia.

Penyakit kanker sendiri dipicu oleh beragam faktor, yang mencakup aspek genetika atau keturunan, pola perilaku hidup, hingga jenis asupan nutrisi yang dikonsumsi setiap hari.

Berbagai penelitian ilmiah menunjukkan bahwa konsumsi jenis makanan tertentu memiliki kaitan erat dengan peningkatan risiko kanker akibat adanya kandungan senyawa bernama akrilamida.

Merujuk pada pemaparan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), akrilamida didefinisikan sebagai senyawa kimia yang terbentuk secara organik pada bahan pangan ketika melalui proses pengolahan dengan temperatur tinggi, seperti pada metode pemanggangan atau penggorengan.

Akrilamida umumnya muncul pada produk pangan nabati yang memiliki kadar pati tinggi, terutama bila diproses pada suhu yang melebihi 180°C.

Walaupun investigasi ilmiah masih terus berjalan, akrilamida telah dikategorikan sebagai karsinogen potensial bagi manusia.

Maka dari itu banyak otoritas kesehatan dunia merekomendasikan masyarakat untuk membatasi konsumsinya.

Dibawah ini adalah beberapa makanan yang seringkali menghasilkan kadar akrilamida tinggi dan berpotensi memicu timbulnya kanker

1. Aneka Gorengan

Produk seperti kentang goreng, keripik kentang, serta camilan ringan yang digoreng lainnya adalah penyumbang terbesar senyawa Akrilamida.

Akrilamida tercipta saat kandungan gula alami pada kentang berinteraksi dengan asam amino dalam kondisi suhu panas yang ekstrem.

Semakin lama durasi pemasakan dan semakin gelap warna hasil gorengan atau panggangan, maka konsentrasi zat kimia di dalamnya akan semakin melonjak.

Berdasarkan studi keamanan pangan, kadar akrilamida pada keripik kentang berada pada rentang 300 hingga lebih dari 2.000 µg/kg, sementara pada kentang goreng berkisar antara 200 hingga 700 µg/kg.

Untuk meminimalisir risiko munculnya zat tersebut, metode mengolah yang disarankan ialah dengan merebus menggunakan air fryer, serta menghindari teknik penggorengan yang terlalu lama (overcooking).

2. Produk Biskuit dan Kue Kering Komersial

Produk biskuit dan kue kering pabrikan biasanya di proses dengan cara melakukan pemanggangan suhu tinggi.

Selain mengandung akrilamida, produk-produk tersebut biasanya juga mengandung gula rafinasi dan bahan pengawet.

Sebuah riset menunjukkan, kadar akrilamida dalam biskuit dapat mencapai 160 hingga 1.000 µg/kg.

Tergantung pada komposisi bahan dan teknik pemanggangan yang diterapkan.

Sebagai alternatif yang lebih sehat, bisa memilih biskuit buatan sendiri dengan tepung gandum utuh dan kadar gula rendah yang dipanggang dalam waktu singkat.

3. Roti Bakar dan Roti Berwarna Kecokelatan

Tingkat kepekatan warna pada roti panggang menjadi indikator jumlah akrilamida yang terkandung di dalamnya.

Warna cokelat yang sangat tua menjadi pertanda penggunaan suhu tinggi yang memicu pembentukan zat kimia tersebut secara masif.

Sebaliknya, pemanggangan dengan warna yang lebih terang secara efektif dapat mengurangi risiko tersebut.

Kandungan akrilamida pada roti bakar berada antara 50 hingga 500 µg/kg, dengan kecenderungan angka lebih tinggi pada roti yang gosong atau sangat gelap.

Memilih roti gandum utuh atau multigrain yang dipanggang secara perlahan merupakan opsi yang jauh lebih aman bagi tubuh.

4. Kopi

Proses sangrai (roasting) biji kopi, khususnya pada fase awal, memicu terbentuknya akrilamida.

Kopi dengan tingkat sangrai ringan (light roast) hingga sedang (medium roast) umumnya memiliki kadar akrilamida yang lebih rendah jika dibandingkan dengan kopi yang disangrai gelap (dark roast).

Data menunjukkan bahwa kopi seduh memiliki kandungan 5 hingga 20 µg/L, sementara kopi instan dalam bentuk bubuk dapat mengandung 100 hingga 400 µg/kg.

5. Sereal Sarapan Instan

Jenis sereal seperti wheat crisp, corn flakes, dan produk sejenisnya sering kali diproses melalui pemanggangan suhu tinggi.

Pemanggangan tersebut yang kemudian menyebabkan munculnya akrilamida, terutama pada produk yang memiliki kadar gula tinggi dan warna kecokelatan.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kadar akrilamida pada produk ini berada di angka 150 hingga 1.200 µg/kg, bervariasi tergantung pada produsen dan metode olahannya.

Langkah yang bijak untuk kesehatan yaitu dengan mengganti sereal kemasan dengan biji-bijian tradisional seperti oat, dan lainnya. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#kanker #Usia #risiko #kandungan #SEL #kematian