RADARTUBAN - Konsumsi buah-buahan adalah salah satu hal yang sangat dianjurkan sebagai bagian dari pola makan sehat karena perannya sebagai penyedia mineral dan vitamin alami bagi tubuh.
Meski begitu, tidak disarankan untuk menyantap buah secara asal-asalan, terutama jika dicampur dengan jenis tertentu dalam waktu bersamaan.
Perpaduan Buah Bisa Picu Gangguan Pencernaan
Hal ini dikarenakan adanya perpaduan jenis buah tertentu yang justru tidak direkomendasikan untuk dikombinasikan.
Beberapa jenis campuran buah diketahui bisa memicu terjadinya reaksi kimia yang berujung pada proses fermentasi di dalam lambung, menghambat penyerapan gizi secara optimal, hingga menimbulkan penumpukan gas berlebih yang memicu rasa nyeri pada perut.
Melihat Informasi dari Health Shots, Dr. Swathi Reddy, seorang konselor diet, menjelaskan bahwa walaupun buah manfaatnya banyak untuk kesehatan, mencampurkan beragam jenis buah dengan sayuran atau buah lainnya secara sembarangan bisa menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan hingga masalah kesehatan kronis yang berat.
Berikut ini adalah rincian empat perpaduan buah yang sepatutnya dihindari:
1. Kelompok Melon dan Semangka dengan Jenis Buah Lain
Sangat disarankan untuk tidak menyatukan jenis melon-melonan (seperti melon dan semangka) dengan kategori buah lainnya.
Karakteristik utama buah tersebut adalah kadar airnya yang sangat melimpah, sehingga berisiko tidak terproses dengan sempurna oleh sistem pencernaan jika dikonsumsi berbarengan dengan buah lain.
Dr. Reddy menekankan bahwa melon idealnya hanya dimakan bersama sesama jenis melon.
Alasannya, melon memiliki ritme pencernaan yang jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan buah-buahan pada umumnya.
Hal tersebut akan mengganggu kelancaran proses metabolisme di dalam perut.
2. Buah Tinggi Pati dengan Buah Kaya Protein
Salah satu perpaduan yang paling krusial untuk dijauhi adalah mencampur buah yang mengandung pati, seperti pisang, dengan buah yang memiliki kadar protein tinggi seperti alpukat, jambu biji, kiwi, blackberry, atau aprikot kering.
Menyatukan keduanya dalam satu porsi salad buah bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Karenakan sistem metabolisme tubuh memerlukan lingkungan asam untuk mengolah protein, sementara untuk memecah pati, tubuh membutuhkan lingkungan basa (alkali).
Perbedaan kebutuhan inilah yang dapat mengganggu sistem kerja tubuh.
Baca Juga: Nadiem Makarim Mengaku Kaget Anak Buah Terima Uang Vendor Chromebook Rp 2,1 Triliun
3. Buah Berasa Asam dengan Buah Berasa Manis
Kategori buah asam serta sub-asam, contohnya seperti jeruk bali, apel, stroberi, persik, dan delima, tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bersama buah-buahan manis seperti kismis atau pisang.
Perpaduan tersebut dianggap sebagai salah satu kombinasi yang paling tidak sehat karena kerap memicu gangguan lambung, rasa mual, kondisi asidosis, hingga munculnya sakit kepala.
4. Perpaduan Pepaya dan Lemon
Kombinasi antara pepaya dan lemon adalah termasuk jajaran campuran buah yang paling buruk untuk kesehatan.
Walaupun sebagian orang menganggap perpaduan tersebut memberikan rasa yang lezat, sebaiknya kebiasaan dihindari.
Dampak negatif dari pencampuran kedua buah ini bisa memicu terjadinya anemia hingga ketidakseimbangan kadar hemoglobin dalam darah.
Menurut penjelasan Dr. Reddy, risiko kesehatan ini bisa menjadi sangat serius terutama jika dialami oleh anak-anak.
Maka dari itu penting untuk tidak menyajikan kedua buah ini secara bersamaan.
Peringatan Mengenai Campuran Buah dan Sayuran
Selain memperhatikan sesama jenis buah, perlu waspada terhadap menu salad yang menyatukan unsur buah dan sayur dalam satu wadah.
Tingginya kadar gula alami pada buah berisiko menghalangi kelancaran proses pencernaan sayuran.
Sebagai contoh, mengonsumsi wortel dan jeruk secara berbarengan dinilai kurang baik bagi kesehatan sistem pencernaan.
Meski buah-buahan merupakan gudang bagi vitamin C, kalium, asam folat, serta beragam antioksidan yang vital bagi manusia, ketepatan dalam mengombinasikannya adalah kunci.
Sebagai pengingat, mengonsumsi buah jenis apa pun secara berlebihan tetap tidak disarankan bagi kesehatan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni