Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dokter Tirta Kupas Mitos dan Fakta Kesehatan Ramadan di Suara Tirta

Antika Luviana • Rabu, 4 Maret 2026 | 10:00 WIB

Dokter Tirta saat memberikan kuliah tamu.
Dokter Tirta saat memberikan kuliah tamu.

RADARTUBAN – Menyambut bulan suci Ramadan, kanal YouTube #suaratirta menghadirkan video edukatif berjudul “MENYAMBUT BULAN SUCI DENGAN MITOS & FAKTA KESEHATAN SPESIAL RAMADAN!”.

Konten ini membedah berbagai anggapan seputar kesehatan saat berpuasa, sekaligus memisahkan mana yang sekadar mitos dan mana yang benar secara ilmiah.

Dipandu langsung oleh Dr. Tirta, pembahasan disajikan secara komprehensif agar masyarakat, khususnya umat Muslim, dapat menjalani ibadah puasa dengan aman dan sehat.

Dia menekankan pentingnya menyaring informasi serta menghindari hoaks kesehatan yang kerap beredar menjelang Ramadan.

Baca Juga: Sudah Rajin Olahraga Tapi Masih Stres? Dr. Tirta Sebut Risiko Penyakit Tetap Mengintai

Mitos vs Fakta Pola Makan

Salah satu topik utama yang diulas adalah kesalahan umum dalam pola makan saat berbuka. Banyak orang beranggapan bahwa puasa seharian bisa “dibalas” dengan makan sebanyak-banyaknya saat azan magrib. Menurut Dr. Tirta, cara ini keliru.

Tubuh tetap membutuhkan asupan nutrisi yang seimbang. Makan berlebihan justru berisiko memicu gangguan pencernaan hingga lonjakan gula darah.

Dia menyarankan berbuka secara bertahap, dimulai dengan makanan ringan, lalu dilanjutkan menu bergizi dalam porsi wajar.

Soal hidrasi pun tak luput dari pembahasan. Mitos yang menyebut minum air dalam jumlah besar sebelum imsak bisa mencegah dehidrasi sepanjang hari dinilai kurang tepat.

Hidrasi yang efektif dilakukan secara bertahap, sejak berbuka hingga sahur, bukan sekaligus dalam satu waktu.

Olahraga Saat Puasa, Aman atau Berisiko?

Video ini juga mengupas pertanyaan yang sering muncul: apakah olahraga saat berpuasa berbahaya?

Dokter Tirta menjelaskan bahwa aktivitas fisik ringan hingga sedang tetap aman dilakukan, selama memilih waktu yang tepat, seperti setelah berbuka atau menjelang waktu berbuka.

Olahraga pada waktu tersebut dapat membantu menjaga metabolisme dan suasana hati tetap stabil selama Ramadan.

Namun, dia mengingatkan agar menghindari olahraga berat di siang hari, terutama saat cuaca panas. Risiko dehidrasi dan kelelahan bisa meningkat jika tubuh dipaksa bekerja terlalu keras dalam kondisi tanpa asupan cairan.

Tak hanya pemaparan satu arah, sesi tanya jawab bersama warganet turut mewarnai diskusi.

Beragam pertanyaan mencuat, mulai dari klaim makanan sahur tertentu yang disebut “super sehat” hingga anggapan bahwa minum kopi saat Ramadan sepenuhnya dilarang.

Melalui edukasi ini, #suaratirta berupaya meluruskan informasi yang simpang siur di media sosial.

Di tengah derasnya arus konten digital, pemahaman berbasis fakta menjadi kunci agar ibadah puasa tetap berjalan khusyuk tanpa mengabaikan kesehatan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#komprehensif #ramadan #Tirta #kanal YouTube