Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

5 Cara Mencegah Lonjakan Kolesterol Saat Lebaran Setelah Puasa Ramadan

Cicik Nur Latifah • Senin, 9 Maret 2026 | 07:00 WIB

Salah satu cara mencegah lonjakan kolesterol setelah puasa Ramadhan adalah memperbanyak serat.
Salah satu cara mencegah lonjakan kolesterol setelah puasa Ramadhan adalah memperbanyak serat.

RADARTUBAN– Setelah satu bulan menjalani puasa Ramadan, momen Lebaran menjadi waktu yang penuh kebahagiaan bagi banyak orang.

Namun, perayaan ini juga sering identik dengan berbagai hidangan tinggi lemak yang berpotensi meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Lonjakan kolesterol saat Lebaran bukan sekadar mitos. Perubahan pola makan yang mendadak setelah sebulan berpuasa dapat memengaruhi metabolisme tubuh.

Menurut American Heart Association, konsumsi lemak jenuh dan lemak trans secara berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Selain itu, Mayo Clinic menjelaskan bahwa pola makan tinggi lemak yang disertai dengan kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu faktor utama peningkatan kolesterol.

 Baca Juga: Dada Mendadak Nyeri? Bisa Jadi Kolestrol Tinggi, Ini Ciri-Ciri yang Harus Kamu Hindari

Oleh karena itu, menjaga pola makan setelah Ramadhan menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari lonjakan kolesterol saat Lebaran agar tubuh tetap sehat setelah menjalani puasa Ramadan sebagaimana dilansir dari Harvard Edu dan Cleveland Clinic, Minggu (8/3).

1. Mengontrol porsi makan hidangan Lebaran

Lebaran identik dengan berbagai makanan khas seperti opor ayam, rendang, sambal goreng ati, hingga kue kering. Meski lezat, sebagian besar makanan tersebut mengandung lemak dan kalori yang cukup tinggi.

Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, mengontrol porsi makan dapat membantu mencegah konsumsi lemak jenuh secara berlebihan. Mengambil porsi kecil namun cukup dapat membantu menekan risiko lonjakan kolesterol.

Dengan begitu, Anda tetap bisa menikmati hidangan Lebaran tanpa harus berlebihan. Hindari mengambil makanan berulang kali dan fokuslah pada porsi yang seimbang.

2. Memilih sumber protein yang lebih sehat

Tidak semua hidangan Lebaran harus dihindari. Namun, Anda bisa memilih sumber protein yang lebih rendah lemak untuk menjaga kesehatan tubuh.

Cleveland Clinic menyarankan untuk memilih protein tanpa lemak seperti ayam tanpa kulit dan ikan. Pilihan tersebut dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap stabil.

Sebagai contoh, Anda bisa memilih opor ayam tanpa kulit atau menikmati rendang dalam porsi kecil. Jika ingin variasi lauk, ikan bakar bisa menjadi alternatif menu yang lebih sehat.

3. Memperbanyak konsumsi serat

Serat memiliki peran penting dalam membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Asupan ini sangat dibutuhkan terutama setelah mengonsumsi makanan berlemak.

Menurut National Institutes of Health, serat larut dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dalam darah.

Penelitian menunjukkan bahwa serat mampu mengikat kolesterol di saluran pencernaan sehingga membantu mengurangi penyerapannya oleh tubuh.

Saat Lebaran, Anda bisa menyeimbangkan makanan bersantan dengan sayuran seperti lalapan, acar, atau sayur rebus. Selain itu, menambahkan buah segar seperti apel dan pepaya juga bisa menjadi pilihan sehat.

Kombinasi menu tersebut tidak hanya membantu menjaga kadar kolesterol tetap terkendali, tetapi juga menjaga sistem pencernaan tetap sehat.

4. Tetap aktif bergerak setelah Lebaran

Setelah Ramadhan, rutinitas olahraga sering kali terhenti karena kesibukan bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat. Padahal, aktivitas fisik tetap penting untuk menjaga kesehatan jantung.

Centers for Disease Control and Prevention menyebutkan bahwa aktivitas fisik secara teratur dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Kolesterol baik ini berperan dalam membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

Anda bisa meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas ringan seperti berjalan santai setelah makan, bersepeda, atau melakukan peregangan agar tubuh tetap aktif.

5. Membatasi konsumsi kue manis dan gorengan

Selain makanan bersantan, kue kering dan gorengan juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan kolesterol. Kandungan gula tinggi dan lemak trans dalam makanan tersebut perlu diperhatikan.

Menurut World Health Organization (WHO), konsumsi lemak trans secara berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Oleh karena itu, pembatasan konsumsi makanan ini sangat dianjurkan.

Meski begitu, Anda tetap bisa menikmati kue Lebaran secukupnya sebagai pelengkap, bukan sebagai makanan utama. Dengan pengaturan yang tepat, momen Lebaran tetap bisa dinikmati tanpa mengabaikan kesehatan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#WHO #ramadan #lebaran #Kolestrol #kalori