Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Semakin Dewasa, Semakin Sulit Punya Teman Baru? Ini Penjelasan Ahli

S
Penulis: Siti Rohmah❯
Ilustrasi tiga sahabat makan camilan.
Ilustrasi tiga sahabat makan camilan.

RADARTUBAN - Seiring bertambahnya usia, membangun dan mempertahankan pertemanan baru menjadi tantangan yang semakin besar.


Advertisement

Sebuah penelitian terbaru oleh Talker Research terhadap 2.000 warga Amerika Serikat menunjukkan bahwa tujuh dari sepuluh responden (69 persen) merasa sulit memiliki banyak teman dekat ketika mereka menua.

Rata-rata, setiap responden hanya memiliki empat teman dekat.

Dalam satu dekade terakhir, mereka kehilangan sekitar sembilan pertemanan.

Advertisement

Menariknya, kehilangan teman lebih banyak dialami oleh generasi muda, khususnya generasi Z, dibandingkan generasi boomers.

Dari sisi gender, pria cenderung kehilangan teman lebih banyak daripada perempuan, yang umumnya memiliki hubungan sosial lebih stabil.

Jarak dan Perubahan Hidup Jadi Pemicu

Advertisement

Dilansir dari New York Post, separuh responden menyebut jarak geografis sebagai penyebab utama renggangnya hubungan pertemanan.

Sementara itu, 48 persen lainnya mengaitkan hilangnya pertemanan dengan perubahan besar dalam hidup, seperti pergantian karier atau pernikahan.

Faktor lain yang juga berpengaruh adalah kurangnya komunikasi, keterbatasan waktu, serta pergeseran nilai dan prioritas hidup.

Generasi milenial lebih sering kehilangan teman karena perubahan nilai, sedangkan generasi boomers cenderung menyalahkan jarak fisik.

Tantangan Sosialisasi di Usia Dewasa

Melansir dari Tempo, psikolog klinis Kylie Sligar menjelaskan, kesulitan menjalin pertemanan di usia dewasa terjadi karena berkurangnya kesempatan alami untuk bersosialisasi.

"Membuat teman baru di usia dewasa bisa sangat sulit karena kita tidak memiliki banyak momen sosial yang terjadi secara spontan seperti saat masih sekolah," ujar Sligar.

Sligar juga menambahkan, kehidupan modern yang serba digital juga membuat interaksi sosial menjadi lebih terbatas.

Menurut Sligar, kunci untuk membangun pertemanan baru adalah inisiatif, konsistensi, dan kesediaan untuk terbuka secara emosional. 

Dia menyarankan beberapa cara untuk memperluas lingkaran sosial, seperti menghadiri acara komunitas, menjadi relawan, bergabung dengan klub atau kelompok hobi, serta mencoba aplikasi pencarian teman seperti Bumble BFF.

"Banyak orang dewasa merasa kesepian dan sebenarnya juga mencari teman baru. Kita hanya perlu berani mengambil langkah pertama dan menempatkan diri di luar zona nyaman," kata Sligar. (*/tia)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Generasi Muda Terjebak Serba Instan, Dr. Tirta Ingatkan Bahayanya Malas Belajar

Generasi Muda Terjebak Serba Instan, Dr. Tirta Ingatkan Bahayanya Malas Belajar

Dr. Tirta mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak kebiasaan serba instan. Simak pentingnya konsistensi belajar dan adaptasi di era AI.

Dr. Tirta Ungkap Bahaya Kemalasan, Bakat Saja Tak Cukup untuk Meraih Kesuksesan

Dr. Tirta Ungkap Bahaya Kemalasan, Bakat Saja Tak Cukup untuk Meraih Kesuksesan

Dr. Tirta mengingatkan pentingnya konsistensi dan kemauan belajar di era digital. Bakat saja tak cukup jika tidak diimbangi disiplin dan usaha mengembangkan diri.

Mengenal Biological Age, Saat Tubuh Bisa Lebih Cepat Menua dari Usia Sebenarnya

Mengenal Biological Age, Saat Tubuh Bisa Lebih Cepat Menua dari Usia Sebenarnya

Usia kalender yang sama tak menjamin kondisi tubuh serupa. Kenali penjelasan dr. Hendri Andreas tentang biological age dan healthy aging.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer