Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apa-apa Serba Mahal, Downgrade Lifestyle Jadi Pilihan

Shafa Dina Hayuning Mentari
Ilustrasi menyisihkan uang untuk hidup frugal living.
Ilustrasi menyisihkan uang untuk hidup frugal living.

Advertisement

RADARTUBAN - Di tengah gempuran harga kebutuhan pokok yang terus melonjak dan inflasi yang kian terasa, masyarakat kini mulai beradaptasi dengan realistis demi menjaga stabilitas finansial mereka.

Salah satu fenomena menarik yang belakangan ini semakin marak diperbincangkan adalah downgrade lifestyle atau penurunan standar gaya hidup. 

Fenomena ini bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan bentuk pertahanan diri logis yang diambil oleh banyak individu maupun keluarga dari berbagai kalangan sosial.

Advertisement

Jika beberapa tahun lalu masyarakat lebih akrab dengan budaya konsumerisme yang mengagungkan gaya hidup serba mewah dan bergengsi, kini orientasi tersebut bergeser secara signifikan menuju pemenuhan kebutuhan yang berorientasi pada fungsi utama dan esensi dasarnya.

Downgrade lifestyle pada dasarnya mengacu pada keputusan sadar untuk mengurangi pengeluaran konsumtif dan mengalihkan gaya hidup ke tingkat yang lebih sederhana.

Advertisement

Bentuk adaptasi ini sangat beragam, mulai dari mengalihkan kebiasaan belanja produk brand ternama ke merek lokal yang lebih terjangkau, memangkas frekuensi makan di restoran mahal menjadi masak sendiri di rumah, hingga mengganti pilihan transportasi harian demi menekan pengeluaran. 

Menariknya, pergeseran ini kini tidak lagi dipandang secara negatif sebagai bentuk kemunduran finansial atau tanda kegagalan sosial.

Sebaliknya, masyarakat modern mulai melihat penurunan standar gaya hidup ini sebagai langkah bijak, cerdas, dan realistis untuk bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Perubahan sudut pandang ini juga membawa dampak positif terhadap kesehatan mental dan finansial masyarakat.

Dengan tidak lagi memaksakan diri demi mempertahankan gengsi sosial, tekanan psikologis akibat belanja impulsif dan jeratan utang dapat berkurang secara drastis. 

Advertisement
Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bukan Sekadar Uang, Tekanan Ekonomi Keluarga Bisa Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Bukan Sekadar Uang, Tekanan Ekonomi Keluarga Bisa Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Tekanan ekonomi berkepanjangan dapat memengaruhi stres orang tua dan tumbuh kembang anak. Simak pandangan Anisa Steviani tentang pola asuh dan kesiapan finansial keluarga.

Mengenal Fenomena Lipstick Effect: Saat Secangkir Kopi Jadi Hiburan di Tengah Tekanan Ekonomi

Mengenal Fenomena Lipstick Effect: Saat Secangkir Kopi Jadi Hiburan di Tengah Tekanan Ekonomi

Kafe tetap ramai meski biaya hidup meningkat. Kreator keuangan Donny menjelaskan fenomena lipstick effect dan pentingnya menjaga gaya hidup sesuai kemampuan.

BRI Perkuat Ekonomi Desa Lewat Koperasi Desa Merah Putih

BRI Perkuat Ekonomi Desa Lewat Koperasi Desa Merah Putih

Dukung ketahanan pangan nasional, BRI hadirkan layanan perbankan terintegrasi dan BRILink Agen di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer