Terjebak Algoritma dan Bergantung pada AI, Hardika Ingatkan Pentingnya Berpikir Kritis

RADARTUBAN – Kemudahan mengakses informasi melalui media sosial dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menghadirkan tantangan baru bagi masyarakat.
Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan memilah fakta, mempertahankan nalar kritis, dan menjaga hubungan antarmanusia menjadi semakin penting.
Persoalan tersebut dibahas akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Hardika Dwi Hermawan, bersama Rian Fahardi dalam podcast di kanal YouTube Cerita Masyarakat.
Dalam perbincangan itu, Hardika menyoroti cara algoritma membentuk pengalaman pengguna di ruang digital hingga risiko ketergantungan pada AI dalam proses belajar.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Artificial Intelligence. Teknologi Baru yang Bakal Menggantikan Manusia?
Menurut Hardika, masyarakat dapat mengalami kesulitan membedakan fakta dan opini ketika berbagai informasi beredar tanpa pemeriksaan yang memadai.
Perbedaan pandangan pun berpotensi semakin tajam, terlebih ketika informasi yang belum terverifikasi ikut menyebar dan memicu perdebatan.
Algoritma media sosial turut menjadi perhatian. Sistem tersebut dapat menyajikan konten berdasarkan preferensi dan kebiasaan pengguna.
Akibatnya, seseorang berisiko lebih sering menjumpai informasi yang sejalan dengan pandangannya sendiri dan jarang terpapar perspektif berbeda.
“Anak-anak sekarang, masyarakat sekarang itu terjebak yang namanya algorithmic trap. Kita tuh terjebak di algoritma kita masing-masing,” ujar Hardika Dwi Hermawan.
Kondisi tersebut, menurutnya, dapat menyulitkan masyarakat membangun pemahaman bersama ketika menghadapi persoalan yang sama.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




