RADARTUBAN - Mentimun atau timun adalah salah satu bahan makanan yang hampir selalu ada dalam berbagai hidangan khas Indonesia.
Rasa segarnya dan tekstur renyahnya menjadikannya salah satu favorit banyak orang.
Namun, ada pertanyaan menarik yang sering muncul: apakah mentimun termasuk dalam kategori buah atau sayuran?
Melalui sudut pandang ilmiah, terutama dalam bidang botani, mentimun tergolong buah.
Ini karena buah didefinisikan sebagai bagian tumbuhan yang berasal dari bunga dan mengandung biji.
Mentimun berasal dari ovulum bunga dan memiliki biji di dalamnya, sehingga secara teknis, dia dikategorikan sebagai buah.
“Jika kita melihat dari aspek struktur tumbuhan, jelas bahwa mentimun termasuk dalam kategori buah. Dia berasal dari bagian reproduksi tanaman, yaitu bunga,” ungkap Dr. Hendra Santoso, seorang ahli botani dari Universitas Negeri Malang.
"Mentimun termasuk dalam keluarga Cucurbitaceae, yang juga mencakup melon, semangka, dan labu—semuanya secara biologis adalah buah," lanut dia.
Namun, dalam dunia kuliner dan kebiasaan masyarakat, mentimun lebih sering dianggap sebagai sayuran.
Hal ini disebabkan oleh penggunaannya yang lebih banyak dalam hidangan gurih.
Mentimun umum digunakan dalam lalapan, campuran acar, salad, dan bahkan sebagai pelengkap dalam berbagai hidangan berkuah atau gorengan.
Rasa yang tidak manis membuatnya lebih cocok disandingkan dengan makanan yang asin atau pedas.
“Dalam dunia memasak, kita cenderung membedakan antara buah dan sayur berdasarkan rasa dan fungsinya. Mentimun tidak memiliki rasa manis dan jarang dijadikan makanan penutup, sehingga secara praktis banyak orang yang menyebutnya sayur,” ujar Chef Rina Mahendra, seorang praktisi kuliner yang berbasis di Jakarta.
Kebingungan yang sama juga terjadi pada beberapa bahan makanan lainnya. Paprika, terong, bahkan tomat—semuanya secara botani termasuk buah, tetapi sering kali disebut sayur karena fungsinya dalam masakan.
Hal ini menunjukkan bahwa pengklasifikasian buah dan sayur dapat bervariasi berdasarkan konteksnya.
Dalam ilmu pengetahuan, penentuan ini dilakukan berdasarkan struktur tumbuhan. Namun, di dapur atau pasar, istilah buah dan sayur lebih bervariasi dan dipengaruhi oleh kebiasaan konsumsi.
Menariknya, perbedaan ini bukan hanya sekadar masalah istilah, tetapi dapat memengaruhi pemahaman masyarakat tentang gizi dan cara pengolahan makanan.
Maka dari itu, penting untuk memahami kedua pendekatan ini: sains dan kuliner.
Dengan demikian, mentimun adalah buah menurut definisi ilmiah, tetapi dalam keseharian sering dianggap sebagai sayur. Kedua pemahaman tersebut benar dalam konteks masing-masing.
Kesadaran ini membantu kita untuk lebih terbuka terhadap perbedaan istilah dan memperluas wawasan tentang makanan yang kita konsumsi setiap hari. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama