Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Meromantisasi Hidup: Menemukan Bahagia Lewat Cara Sederhana

Shafa Dina Hayuning Mentari • Kamis, 10 Juli 2025 | 15:03 WIB

 

Temukan cara Gen Z meromantisasi hidup untuk melawan tekanan zaman dan menikmati momen kecil dengan penuh makna.
Temukan cara Gen Z meromantisasi hidup untuk melawan tekanan zaman dan menikmati momen kecil dengan penuh makna.

RADARTUBAN - Di tengah hiruk-pikuk zaman yang menuntut semuanya serba cepat, banyak dari kita kehilangan makna di balik aktivitas sehari-hari.

Sehingga kata ‘bahagia’ kini menjadi hal langka yang jarang ditemui bagi banyak orang, bagaimana cara mengembalikannya?

Kita bangun, bekerja, lalu kembali tidur dalam siklus yang berulang, dan seringkali terasa hampa.

Namun diam-diam, muncul sebuah gerakan lembut yang mulai banyak dianut anak muda, terutama Gen Z. Namanya romanticizing your life — meromantisasi kehidupan.

Ini bukan tentang membungkus kenyataan dengan imajinasi semu. Ini tentang memberi ruang bagi diri sendiri untuk berhenti sejenak, melihat hidup dari sisi yang lebih puitis.

Secangkir kopi di pagi hari bisa terasa lebih dari sekadar minuman jika dinikmati perlahan dengan pikiran yang jernih.

Berjalan kaki di sore hari bisa menjadi momen reflektif jika dilakukan tanpa terburu-buru.

Bahkan rutinitas yang terlihat biasa bisa berubah menjadi ritual yang membawa ketenangan, bila dijalani dengan penuh kesadaran.

Dalam buku berjudul Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat karya Buku oleh Mark Manson mengajarkan untuk tidak terlalu memusingkan hal-hal sepele.

Buku terjemahan itu menjelaskan kepada pembaca bahwa meromantisasi hidup adalah semacam perlawanan halus terhadap tekanan hidup modern.

Di era di mana pencapaian dinilai dari kecepatan dan hasil besar, gerakan ini justru mengajak kita untuk memeluk hal-hal kecil.

Bukan berarti kita berhenti bermimpi atau berkarya, tetapi kita belajar untuk tidak membenci prosesnya.

Kita berhenti menyiksa diri dengan perbandingan yang melelahkan dan mulai memberi ruang untuk hadir sepenuhnya dalam momen saat ini.

Tren yang dijelaskan dalam buku ini berkembang bukan karena dunia semakin ringan, melainkan karena dunia semakin berat. Banyak anak muda merasa terjebak dalam ekspektasi sosial, budaya kerja yang melelahkan, hingga tekanan media sosial.

Meromantisasi kehidupan menjadi cara untuk bertahan—mengubah yang biasa menjadi berharga, yang sederhana menjadi menyenangkan.

Rutinitas harian seperti mandi, bekerja, atau sekadar membaca buku pun bisa jadi bentuk penghargaan terhadap diri, jika dilihat dengan cara yang berbeda.

Kita bisa memulainya dari hal-hal kecil. Mengatur meja kerja agar terasa nyaman. Mendengarkan musik favorit saat macet.

Menuliskan satu hal yang disyukuri setiap malam sebelum tidur.

Mengurangi interaksi digital yang menguras emosi, dan menggantinya dengan kehadiran penuh terhadap lingkungan sekitar.

Kadang, memberi hadiah kecil untuk diri sendiri juga bisa menjadi bentuk apresiasi yang bermakna—bukan karena kita berhasil mencapai sesuatu yang besar, tapi karena kita berhasil melalui hari yang berat.

Pada akhirnya, meromantisasi hidup bukan tentang pencitraan, tapi tentang penyembuhan.

Sebuah bentuk perawatan diri yang lembut, membumi, dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Ini cara baru mencintai hidup, dengan tidak selalu menuntutnya luar biasa.

Karena hidup yang sederhana pun bisa jadi luar biasa jika kita tahu cara menikmatinya.

Kalau kamu merasa lelah dengan ritme dunia yang tak pernah berhenti, mungkin sudah waktunya memperlambat. Menyalakan lilin aromaterapi.

Membaca buku yang lama tertunda. Atau hanya duduk diam di jendela, menyaksikan langit berubah warna.

Bukan untuk terlihat indah di mata orang lain, tapi untuk kembali merasakan: bahwa hidup ini, meski tidak selalu mudah, tetap layak untuk dinikmati. 

Manfaat Meromantisasi Hidup:

  1. Membantu Merasa Lebih Mensyukuri Hidup

Dengan memberi makna dan perhatian lebih pada momen kecil—seperti menikmati secangkir kopi pagi atau berjalan santai di sore hari—kita jadi lebih peka terhadap hal-hal baik yang sudah dimiliki. Ini melatih rasa syukur setiap hari.

  1. Merasa Puas dengan Kehidupan

Meromantisasi hidup bukan soal memalsukan kenyataan, tapi tentang memilih untuk melihat sisi indah dari hal sederhana. Hal ini bisa menumbuhkan rasa cukup dan puas, tanpa harus menunggu pencapaian besar.

  1. Mengurangi Stres dan Kecemasan

Ketika kita bisa menikmati proses, alih-alih terjebak pada hasil akhir atau tekanan sosial, beban mental jadi lebih ringan. Pikiran lebih rileks, dan emosi lebih stabil.

  1. Memperbaiki Kesehatan Mental

Fokus pada keindahan kecil sehari-hari dapat membantu melawan perasaan hampa, cemas, bahkan depresi. Kebiasaan ini mirip dengan mindfulness—menghadirkan diri secara penuh dalam momen sekarang.

  1. Meningkatkan Produktivitas dan Kreativitas

Ketika hidup terasa menyenangkan, kita jadi lebih termotivasi untuk menjalani hari. Ini bisa menambah semangat bekerja, belajar, atau berkarya, karena tidak terjebak dalam siklus rutinitas yang terasa hambar.

  1. Membantu Lebih Menikmati Rutinitas Harian

Aktivitas biasa seperti mencuci piring sambil mendengarkan musik favorit, menulis jurnal harian, atau menyusun meja kerja dengan dekorasi cantik bisa membuat hari terasa lebih hidup dan berwarna.

Cara Praktis Meromantisasi Hidup

  1. Buat rutinitas terasa spesial

Tambahkan elemen kecil dalam kegiatan harianmu. Pakai parfum favorit sebelum tidur, pilih gelas cantik untuk minum air putih, atau dekorasi meja kerja agar lebih menyenangkan.

  1. Luangkan waktu untuk me time

Bukan egois, ini kebutuhan. Me time adalah waktu untuk mengisi ulang energi dan mengenali diri sendiri lebih dalam.

  1. Ciptakan kebiasaan yang membahagiakan

Mulai dari playlist yang menyemangati, jalan kaki sore hari, sampai sesi belanja kecil untuk merayakan kerja kerasmu.

  1. Jalani aktivitas dengan mindfulness

Letakkan ponsel, dan fokuslah pada momen yang sedang berlangsung. Dengarkan suara burung, rasakan udara pagi, lihat orang-orang lewat. Hiduplah di saat ini.

  1. Berikan self-reward

Hadiahi diri sendiri setelah menyelesaikan tugas berat. Bisa dalam bentuk makanan favorit, libur satu hari, atau nonton film tanpa rasa bersalah.

  1. Tulis hal-hal yang bisa disyukuri

Catat tiga hal kecil yang membuatmu tersenyum hari ini. Latih dirimu untuk melihat sisi baik dari hal yang tampak biasa. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#berjalan kaki #ketenangan #Mark manson #Aktivitas #hal sederhana #kreativitas #bodo amat