Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mengenal Matcha: Ceremonial vs Food Grade, Mana yang Tepat untuk Anda?

Erlina Alfira Qurrotu Aini • Sabtu, 27 September 2025 | 15:05 WIB
Detail perbedaan Ceremonial Matcha vs Food Grade Matcha.
Detail perbedaan Ceremonial Matcha vs Food Grade Matcha.

RADARTUBAN - Saat ini, matcha atau teh hijau bubuk khas Jepang tengah populer di berbagai kalangan sebagai minuman sehat dan bahan kuliner.

Kyoto dan Wazuka merupakan wilayah yang menjadi pusat produksi Matcha.

Michelle, seorang pengusaha matcha dari Kokoro Matcha, yang berlokasi di Tokyo, Jepang, hadir pada Rabu (18/6) dalam sebuah podcast di kanal YouTube A Roastworks untuk membagikan pengetahuannya tentang matcha.

“Perbedaan utama matcha ada pada grade atau kualitasnya, yaitu di ceremonial grade dan food grade, yang dibedakan berdasarkan kualitas, teknik pemetikan, dan penggunaan akhirnya,” jelas Michelle.

Matcha ceremonial sering kali dihasilkan dari panen pertama setahun sekali, memiliki rasa yang lebih halus dan kandungan asam amino lebih tinggi sehingga harga lebih mahal.

Sementara itu, food grade cocok untuk kebutuhan memasak seperti pastry dan minuman latte, dengan tingkat kepahitan yang lebih tinggi.

Hojicha adalah teh hijau Jepang lain yang makin dikenal, berbeda karena prosesnya melalui pemanggangan sehingga menghasilkan rasa lebih beraroma seperti cokelat dan roasted nuts, lebih familiar bagi lidah pemula yang belum terbiasa dengan rasa pahit dari matcha.

Berasal dari tanaman teh yang sama dengan teh hijau biasa, namun matcha dan teh hijau memiliki perbedaan yang terletak pada teknik penanaman di bawah tempat yang teduh selama minimal 20 hari sebelum panen.

Teknik shading akan meningkatkan kandungan asam amino theanine yang memberi rasa umami khas matcha.

Proses pemetikan pada daun-daun muda terbaik dan penggilingan dengan batu tradisional juga menjadi pembeda kualitas matcha ceremonial dibandingkan food grade.

Produksi yang langka dan mahal, matcha ceremonial sangat terbatas karena hanya menggunakan hasil panen pertama yang paling berkualitas.

Teknik pengolahannya juga berpengaruh pada rasa akhir matcha. Pemilihan varietas tanaman seperti Okumidori, Samidori, dan Uji Hikari memberikan karakter rasa yang beragam mulai dari floral, umami hingga sedikit nutty.

Sedangkan hojicha, yang dibuat dengan memanggang daun teh hijau, menjadi alternatif yang lebih ringan dan mudah diterima karena rasanya yang tidak terlalu pahit dan sedikit berasa seperti cokelat panggang.

Hojicha cocok untuk dikonsumsi langsung atau ditambahkan susu.

Dengan popularitas yang terus meningkat, pemahaman mengenai jenis dan kualitas matcha menjadi penting agar konsumen dapat memilih sesuai kebutuhan.

Matcha ceremonial lebih cocok untuk dinikmati langsung agar dapat merasakan kompleksitas rasanya, sementara food grade digunakan dalam berbagai resep kuliner.

Sementara itu, hojicha menjadi pilihan tepat bagi yang baru mengenal teh hijau Jepang atau menginginkan cita rasa berbeda. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#food grade #jepang #matcha #tokyo #populer