Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bukan Sekadar Bercanda, Ini 5 Ucapan Orang Manipulatif yang Perlahan Menghancurkan Mental

Cicik Nur Latifah • Rabu, 14 Januari 2026 | 19:10 WIB
Ilustrasi perilaku manipulatif
Ilustrasi perilaku manipulatif

RADARTUBAN – Manipulasi emosional dan gaslighting bukan sekadar istilah viral di media sosial. Praktik ini benar-benar terjadi dan dapat merusak kesehatan mental seseorang tanpa disadari.

Baik dalam hubungan romantis, pertemanan, lingkungan kerja, hingga keluarga, gaslighting menjadi bentuk kekerasan emosional yang kerap sulit dikenali sejak awal.

Gaslighting sendiri adalah upaya membuat seseorang meragukan persepsi, ingatan, hingga kewarasan dirinya.

Istilah ini populer sejak film klasik Gaslight (1944), yang menampilkan seorang suami memanipulasi istrinya sampai sang istri percaya bahwa dirinya kehilangan akal sehat.

Kini, pola manipulasi tersebut diakui sebagai bentuk kekerasan emosional yang serius.

Sayangnya, banyak korban baru menyadari pola ini setelah rasa percaya diri dan keamanan mereka benar-benar terkikis.

Dilansir dari Your Tango, psikolog Dr. Elayne Daniels mengungkap lima kalimat yang sering digunakan pelaku manipulasi untuk menguasai situasi dan melemahkan mental korban.

1. “Kamu terlalu berlebihan”

Sekilas terdengar sepele, namun kalimat ini adalah salah satu bentuk paling umum dari manipulasi.

Pelaku sengaja membuat korban merasa terlalu sensitif, salah paham, atau tidak bisa bercanda.

Alih-alih mengakui kesalahannya, pelaku justru membalikkan keadaan sehingga korban merasa malu, bersalah, bahkan terhina—terutama jika diucapkan di depan orang lain.

2. “Aku tidak pernah bilang begitu”

Ini merupakan bentuk gaslighting klasik. Pelaku menyangkal ucapan atau janji yang sebenarnya pernah ia buat.

Ketika dilakukan berulang kali, korban mulai meragukan ingatannya sendiri. Dari waktu ke waktu, kepercayaan diri dan kemampuan korban menilai realitas ikut melemah.

Penelitian menunjukkan bahwa kebohongan yang konsisten dapat membuat seseorang merasa seolah kehilangan kewarasan.

3. “Jadi kamu nuduh aku bohong?”

Pada tahap ini, pelaku tidak hanya menyangkal fakta, tetapi juga menyerang balik.

Ia memosisikan diri sebagai korban dan membuat lawan bicaranya merasa bersalah karena berani mempertanyakan kebenaran.

Pola ini sering membuat orang di sekitar justru meragukan korban, bukan pelaku. Akhirnya, korban berhenti membela diri karena merasa percuma.

Baca Juga: Polri Pulangkan 9 WNI Korban TPPO dari Kamboja, Dipaksa Jadi Admin Judi Online dan Alami Kekerasan

4. “Kamu yang bikin aku pengin selingkuh”

Kalimat ini umum muncul dalam kasus perselingkuhan. Pelaku memindahkan tanggung jawab dengan menyalahkan pasangan atas pengkhianatan yang ia lakukan.

Riset menunjukkan bahwa pelaku perselingkuhan sering melunakkan bahasa dan memindahkan kesalahan demi mempertahankan citra diri sebagai “orang baik”, dan menempatkan pasangan sebagai penyebab utama.

5. “Maksud kamu apa ngomong begitu?”

Pelaku menggunakan kalimat ini untuk memelintir makna ucapan yang sebenarnya netral. Korban dituduh memiliki niat buruk meski tidak pernah bermaksud demikian.

Tujuannya jelas: membuat korban ragu pada diri sendiri, bingung, dan terus mempertanyakan kata-kata yang ia ucapkan.

Gaslighting menciptakan luka psikologis yang dalam karena korban perlahan kehilangan keyakinan pada realitas dan intuisi pribadi.

Para ahli mengingatkan, jika refleksi membuat Anda menyadari bahwa hubungan yang dulu dianggap cinta ternyata penuh manipulasi, langkah pertama adalah bersikap lembut pada diri sendiri.

Pemulihan dimulai dengan mengenali pola, membangun ketegasan, berani mengatakan tidak, serta kembali mempercayai intuisi.

Ini bukan hanya penting untuk hubungan dengan orang lain, tetapi juga untuk memulihkan hubungan Anda dengan diri sendiri. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#gaslighting #kekerasan emosional #Emosional #manipulasi