RADARTUBAN - Saat masuk bulan suci Ramadan, masyarakat yang mencari buah kurma selalu meningkat dengan signifikan.
Kudapan khas dari kawasan Timur Tengah tersebut seolah menjadi hidangan wajib yang tersedia saat waktu berbuka puasa tiba.
Hal ini dikarenakan kurma kaya akan kandungan nutrisi penting seperti vitamin, berbagai jenis mineral, zat besi, kalium, hingga senyawa antioksidan yang berperan krusial dalam menangkal efek buruk radikal bebas di dalam tubuh.
Tingginya Permintaan Kurma Saat Ramadan
Kurma sebenarnya sudah memiliki kadar gula alami yang cukup tinggi, sehingga tidak membutuhkan tambahan zat pemanis lagi.
Namun, di balik tingginya permintaan pasar tersebut, para pembeli diimbau untuk lebih waspada.
Karena, tidak semua produk kurma yang tersedia di pasaran adalah produk yang sepenuhnya alami tanpa campuran bahan lain.
Baca Juga: Serba-serbi Menu Makan Bergizi Gratis Selama Ramadan, Dari Kurma hingga Penganan Lokal
Ciri Kurma yang Mengandung Pemanis Tambahan
Untuk menghindari kesalahan saat melakukan pembelian, ada beberapa karakteristik kurma yang telah dicampur dengan pemanis buatan yang perlu diwaspadai, sebagaimana diolah dari beragam sumber berikut ini:
1. Intensitas Manis yang Berlebihan dan Tidak Merata
Sangat disarankan untuk mencicipi kurma terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membelinya apabila kondisi memungkinkan.
Produk kurma yang sudah diberi tambahan gula biasanya memiliki rasa manis yang sangat tajam dan meninggalkan sensasi tidak nyaman atau menusuk pada gigi.
Bahkan, bagi sebagian orang, rasa manis ini dapat memicu rasa ngilu saat buah tersebut dikunyah.
Kondisi tersebut sangat kontras dengan kurma orisinal yang menawarkan rasa manis lebih halus dan menyegarkan.
Rasa manisnya kurma murni akan terasa menyatu secara konsisten hingga ke bagian dalam serat daging buahnya, bukan sekadar menempel pada lapisan kulit luarnya saja.
2. Kondisi Tekstur yang Terlampau Lembek
Umumnya, buah kurma yang asli mempunyai tekstur yang terasa berisi, padat, dan memiliki sedikit sensasi kenyal saat dimakan.
Sebaliknya, kurma yang sudah diolah dengan rendaman air gula cenderung memiliki tekstur yang jauh lebih lunak atau lembek.
Kelembekan yang tidak wajar ini sering kali merupakan efek samping dari proses pengolahan, di mana buah dipanaskan bersamaan dengan cairan gula agar pemanis tersebut dapat terserap dan melapisi seluruh permukaan luar buah.
Baca Juga: Mengenal Beragam Jenis Kurma: Tak Sekadar Buah Ramadan, tapi Kaya Manfaat
3. Menjadi Magnet Bagi Semut dengan Cepat
Indikator fisik lainnya yang paling sederhana untuk diamati adalah respons serangga, khususnya semut.
Kurma yang mengandung gula tambahan biasanya akan dikerubuti oleh semut dalam waktu yang relatif singkat, terutama jika kemasannya tidak tertutup rapat.
Hal ini berbeda dengan kurma alami yang cenderung tidak mengundang datangnya semut dengan cepat karena tidak adanya konsentrasi gula buatan yang lengket di permukaan kulit buahnya.
Pentingnya Ketelitian Saat Membeli Kurma
Masyarakat diharapkan dapat lebih saksama dalam memilih sebelum melakukan transaksi, khususnya di tengah peningkatan konsumsi selama bulan puasa.
Selain untuk mendapatkan kualitas rasa yang paling prima, ketelitian dalam memperhatikan kandungan gula tambahan ini sangat vital agar keseimbangan asupan kalori dan kesehatan tubuh tetap terjaga secara optimal selama menjalankan ibadah puasa. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni