Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Keracunan MBG di Sidoarjo, BGN Usulkan Kepala SPPG Talang Angin Dicopot

Hardiyati Budi Anggraeni
Salah satu santri Ponpes Manbaul Hikam yang dirawat di RSUD RT Notopuro akibat keracunan MBG. (Radar Sidoarjo)
Salah satu santri Ponpes Manbaul Hikam yang dirawat di RSUD RT Notopuro akibat keracunan MBG. (Radar Sidoarjo)

Advertisement

RADARTUBAN – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas menyusul insiden keracunan massal yang menimpa ratusan santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggul Angin, Sidoarjo.

BGN secara resmi mengusulkan pemberhentian Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang Angin sebagai bentuk pertanggungjawaban atas peristiwa tersebut.

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, menegaskan bahwa selain rekomendasi pencopotan jabatan, operasional SPPG Talang Angin juga langsung dijatuhi sanksi penghentian sementara (suspend) kategori berat selama satu bulan penuh.

Advertisement

"Kami mengusulkan pencopotan sekaligus penggantian Kepala SPPG tersebut. Operasional SPPG Sidoarjo di Talang Angin juga kami bekukan selama 30 hari ke depan," ujar Ketut dalam keterangannya, Rabu (2/9).

Investigasi Penyebab Keracunan Terus Membawa Hasil

Advertisement

Sebagai langkah tanggap darurat, BGN bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat guna mengusut tuntas penyebab pasti dari insiden yang menimpa lebih dari 500 orang usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.

Ketut menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium akan segera diumumkan begitu proses investigasi rampung.

Saat ini, fokus utama BGN bersama pemerintah daerah adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara optimal hingga pulih sepenuhnya.

Kondisi Pasien Santri Mulai Membaik

Berdasarkan data terkini dari RSUD RT Notopuro Sidoarjo hingga Rabu sore (15.30 WIB), mayoritas korban sudah diperbolehkan pulang usai menerima perawatan intensif.

Humas RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Rizqi Maulana, menjelaskan dari total 380 santri yang masuk ke penanganan pihak rumah sakit, sebanyak 353 orang di antaranya telah dipulangkan.

"Saat ini menyisakan 5 pasien yang menjalani rawat inap di ruang perawatan biasa, serta 22 pasien lainnya masih berada dalam tahap observasi medis," jelas Rizqi.

Advertisement
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pembukaan Zona Malang Dimeriahkan Kuis Jingle MBG, Sarmuji: Ini Misi Menemani Anak-Anak Muda 

Pembukaan Zona Malang Dimeriahkan Kuis Jingle MBG, Sarmuji: Ini Misi Menemani Anak-Anak Muda 

Sarmuji menilai turnamen mini soccer menjadi cara menemani anak muda agar tetap aktif, berinteraksi, dan tak larut dalam gawai.

BGN Coret Jutaan Data Penerima MBG, Rp 311 Miliar Dikembalikan ke Negara: Ada Apa?

BGN Coret Jutaan Data Penerima MBG, Rp 311 Miliar Dikembalikan ke Negara: Ada Apa?

BGN menyisir sekitar 6 juta data penerima MBG dan menarik dana Rp311 miliar dari 414 SPPG yang belum beroperasi.

Melihat Komunitas Literasi Omah Baca Santri Senori: Membuat MBG untuk Memenuhi Gizi Literasi

Melihat Komunitas Literasi Omah Baca Santri Senori: Membuat MBG untuk Memenuhi Gizi Literasi

Omah Baca Santri Senori punya MBG versi sendiri. Bukan Makan Bergizi Gratis, tetapi Membaca Buku Gratis untuk memenuhi gizi literasi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer