Bukan Impor! Merek Buah Sunpride Ternyata Buatan Asli Lampung

RADARTUBAN - Sebagian besar masyarakat Indonesia mungkin masih mengira bahwa merek buah populer Sunpride merupakan produk impor dari luar negeri.
Padahal, buah-buahan berlabel Sunpride diproduksi secara mandiri di dalam negeri, dengan perkebunan utama yang membentang luas di Kabupaten Lampung Timur, Lampung.
Di Balik Imperium Bisnis Keluarga Angko Subroto
Di balik kesuksesan Sunpride, terdapat imperium bisnis keluarga Angko Subroto melalui grup usaha Gunung Sewu. Saat ini, kepemimpinan bisnis diteruskan oleh Husodo Angko Subroto sebagai generasi kedua.
Eksistensi grup bisnis ini di sektor agribisnis buah sejatinya telah dirintis jauh sebelum merek Sunpride dikenal luas.
Baca Juga: Bisnis Nanas Jumbo Tanpa Duri di Galon Bekas, Jamaluddin Panen Nanas Jumbo 7 Kg Beromzet Menggiurkan
Langkah awal ekspansi agribisnis Gunung Sewu dimulai pada tahun 1979 saat mereka masuk ke industri pengolahan nanas melalui Great Giant Pineapple (GGP) di Lampung.
Selanjutnya, pada tahun 1992, Gunung Sewu mendirikan PT Nusantara Tropical Farm (NTF) berkolaborasi dengan perusahaan buah asal Filipina, Del Monte Produce. Kepemilikan NTF kemudian sepenuhnya diambil alih oleh Gunung Sewu pada kisaran tahun 1996.
Pisang Cavendish Jadi Tulang Punggung Penjualan Sunpride
Seiring berjalannya waktu, perkebunan yang dikelola NTF berkembang kian masif. Hingga tahun 2015, NTF tercatat mengelola lahan perkebunan seluas kurang lebih 3.757 hektar di Lampung Timur.
Sekitar 1.754 hektar di antaranya dialokasikan khusus untuk budidaya pisang Cavendish. Komoditas pisang Cavendish inilah yang menjadi tulang punggung penjualan utama merek Sunpride, bahkan menyumbang lebih dari 67 persen total penjualan PT Sewu Segar Nusantara (SSN) pada tahun 2015.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




