Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Data Bansos Belum Beres, Purbaya Buka Opsi Kembali ke Data Lama

Tulus Widodo
Penulis: Tulus Widodo❯
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Advertisement

RADARTUBAN – Data penerima bantuan sosial (bansos) kembali menjadi sorotan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tak mau begitu saja menjadikan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai pijakan penyaluran bantuan tanpa memastikan kesesuaiannya dengan kondisi masyarakat di lapangan.

Langkah itu penting karena satu kesalahan data bisa berujung panjang: bantuan berpotensi salah sasaran, sementara warga yang benar-benar membutuhkan justru bisa terlewat. 

Dilansir dari JawaPos.com, Purbaya pun berencana melakukan pengecekan ulang dengan mengambil sampel ratusan data sebelum digunakan untuk menentukan penerima bansos.

DTSEN Jadi Acuan, Tapi Tak Langsung Ditelan Mentah

Purbaya menjelaskan Kementerian Keuangan wajib menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk sejumlah program pemerintah, termasuk penyaluran bansos.

Advertisement

Persoalannya, data tersebut masih dalam proses pemutakhiran. Jika hasil pengecekan menunjukkan banyak ketidaksesuaian, pemerintah bahkan membuka kemungkinan menggunakan data lama sembari melakukan perbaikan.

Artinya, pemerintah kini menghadapi pekerjaan rumah besar: memastikan data di atas kertas benar-benar menggambarkan kondisi warga yang menjadi sasaran bantuan.

Ratusan Data Bakal Diuji

Purbaya berencana mengambil sampel dari ratusan data untuk dicocokkan dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Jika hasil pengujian menunjukkan banyak data meleset, dia akan berdiskusi dengan BPS untuk mencari langkah perbaikan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bansos Tuban Dipangkas Rp 1,2 Miliar, Bagaimana Dampaknya ke Kemiskinan?

Bansos Tuban Dipangkas Rp 1,2 Miliar, Bagaimana Dampaknya ke Kemiskinan?

Anggaran bansos Pemkab Tuban dalam P-APBD 2026 dipangkas Rp 1,2 miliar. Di sisi lain, belanja barang dan jasa justru mengalami kenaikan.

Bahaya Kekerasan Algoritmik Desil, Warga Miskin Terancam Kehilangan Bansos

Bahaya Kekerasan Algoritmik Desil, Warga Miskin Terancam Kehilangan Bansos

Penilaian desil sosial ekonomi dinilai kerap meleset. Simak ancaman 'kekerasan algoritmik' yang bikin bansos melayang dan UKT membengkak.

Bansos Tahap 3 2026 Cair Bertahap, Begini Cara Cek Status Penerima Lewat HP

Bansos Tahap 3 2026 Cair Bertahap, Begini Cara Cek Status Penerima Lewat HP

Cek bansos Kemensos 2026 kini bisa dilakukan secara online menggunakan NIK KTP. Simak cara cek status penerima PKH, BPNT, bantuan beras, dan PBI-JKN.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer