Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukan Hanya di Permukaan, Ini Alasan Api Kebakaran Gambut Sulit Dipadamkan

Shafa Dina Hayuning Mentari
Petugas patroli pencegahan karhutla memadamkan kebakaran lahan gambut di Kotawaringin. (ANTARA)
Petugas patroli pencegahan karhutla memadamkan kebakaran lahan gambut di Kotawaringin. (ANTARA)

Advertisement

RADARTUBAN – Kebakaran lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Api tidak hanya membakar tumbuhan di permukaan, tetapi juga dapat merambat ke lapisan organik di bawah tanah sehingga sumber kebakaran lebih sulit ditemukan dan dipadamkan.

Guru Besar Bidang Ilmu Kimia dan Pengolahan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Benito Heru Purwanto, menjelaskan bahwa gambut terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan selama ribuan tahun.

Material organik tersebut rentan terbakar ketika kondisi air yang menjaga kelembapan lahan terganggu.

Pengeringan gambut akibat pembangunan kanal maupun pengelolaan lahan yang menurunkan muka air tanah dapat meningkatkan risiko kebakaran.

Advertisement

Saat gambut mengering, api berpeluang menjalar ke bagian bawah permukaan tanah.

“Apinya bukan berasal dari gambut, tetapi aktivitas kita,” kata Benito dilansir dari Jawapos.com.

Pernyataan tersebut menyoroti peran aktivitas manusia dalam memicu kebakaran lahan.

Karena itu, pengelolaan gambut perlu memperhatikan kondisi tata air agar kelembapannya tetap terjaga.

Api Bisa Menjalar ke Lapisan Bawah Tanah

Berbeda dengan kebakaran vegetasi di permukaan, kebakaran gambut dapat berlangsung di lapisan tanah yang kaya bahan organik.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Indonesia Buka Peluang Bantuan Negara Tetangga untuk Tangani Karhutla, Ini Mekanismenya

Indonesia Buka Peluang Bantuan Negara Tetangga untuk Tangani Karhutla, Ini Mekanismenya

Presiden menyetujui tawaran bantuan asing untuk menangani karhutla. BNPB mengoordinasikan pembahasan teknis bersama negara sahabat.

Mengapa Langit Kalimantan Berwarna Kuning dan Oranye saat Karhutla? Ini Penyebab serta Risikonya

Mengapa Langit Kalimantan Berwarna Kuning dan Oranye saat Karhutla? Ini Penyebab serta Risikonya

Asap karhutla dapat mengubah warna langit sekaligus menurunkan kualitas udara. Ketahui dampak kesehatan dan langkah pencegahannya.

Asap Karhutla Terdeteksi Melintasi Jakarta hingga Jawa Barat, BMKG Ingatkan Risiko Ini

Asap Karhutla Terdeteksi Melintasi Jakarta hingga Jawa Barat, BMKG Ingatkan Risiko Ini

BMKG mendeteksi asap karhutla Kalimantan melintasi Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Simak imbauan untuk menjaga kesehatan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer