Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dikepung Ribuan Massa, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Putuskan Copot Ajudan Asky Rizal Toding

Hardiyati Budi Anggraeni
Gubernur Kaltim dikebung massa. (Tangkapan layar instagram @maziz.xp)
Gubernur Kaltim dikebung massa. (Tangkapan layar instagram @maziz.xp)

Advertisement

RADARTUBAN – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menyatakan akan pecat Asky Rizal Toding dari jabatan ajudan dan mengembalikannya ke kesatuan asal di Polda Kaltim. 

Dilansir dari instagram media_kaltim, keputusan itu disampaikan saat menghadapi ribuan massa aksi di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Rabu (21/10).

Pernyataan tersebut muncul di tengah demonstrasi Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Geram). Massa mendesak pemerintah menanggapi sejumlah persoalan di Kaltim, termasuk dugaan kekerasan yang melibatkan ajudan gubernur terhadap kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Samarinda.

Advertisement

“Kita pecat, setuju kita pecat. Kami kembalikan,” tegas Rudy di hadapan massa. Pernyataan itu langsung disambut sorakan peserta aksi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Rudy terlihat menunjukkan ekspresi serius saat menyampaikan keputusan tersebut. Ia beberapa kali menunjuk ke arah massa dan membuat gestur menyilangkan tangan di leher.

Advertisement

Berawal dari Insiden dengan Kader GMNI

Desakan pencopotan Asky Rizal Toding mencuat setelah insiden yang melibatkan dirinya dengan kader GMNI Samarinda, Rossa Tri Rahmawati, pada Senin (19/10) petang.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Masjid Nurul Mu'minin, kompleks Kantor Gubernur Kaltim. Saat itu, Rossa disebut mengalami kontak fisik ketika merekam kedatangan Gubernur Rudy Mas’ud.

Rekaman insiden tersebut kemudian beredar luas di media sosial. Video itu memicu kecaman dari kalangan mahasiswa hingga masyarakat di Kaltim.

Massa Bawa Sejumlah Tuntutan

Aksi yang digelar Geram mengusung tema “2 Tahun Prabowo-Gibran: Kaltim Jadi Anak Tiri, Kaltim Jadi Abu di Tanah Sendiri”.

Pernyataan Rudy mengenai pencopotan ajudan menjadi jawaban atas salah satu tuntutan utama peserta demonstrasi. Massa sebelumnya mendesak adanya tindakan tegas terkait dugaan kekerasan terhadap kader GMNI Samarinda.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ajudan Gubernur Kalimantan Timur Minta Maaf usai Video Dorong Mahasiswa GMNI Samarinda Viral

Ajudan Gubernur Kalimantan Timur Minta Maaf usai Video Dorong Mahasiswa GMNI Samarinda Viral

Ajudan Gubernur Kalimantan Timur, Briptu Asky Rizal Toding meminta maaf setelah video dirinya bersitegang dengan mahasiswa GMNI Samarinda saat aksi terkait karhutla viral.

Ajudan Gubernur Kaltim Disorot usai Insiden dengan Mahasiswa, Dugaan Status Desil 1 Dipertanyakan

Ajudan Gubernur Kaltim Disorot usai Insiden dengan Mahasiswa, Dugaan Status Desil 1 Dipertanyakan

Demo GMNI Samarinda terkait karhutla di Kaltim menjadi sorotan setelah insiden dengan ajudan gubernur dan munculnya dugaan status desil 1.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer