
RADARTUBAN – Fenomena Bulan Pemburu atau Hunter’s Moon sempat menjadi perbincangan di media sosial.
Fenomena bulan pernama tersebut menghiasi langit pada Senin malam (26/10) lalu.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga pesisir agar mewaspadai potensi banjir rob ditengah fenomena bulan purnama tersebut.
Tapi sebenarnya, apa makna dibalik nama Hunter's Moon? Dilansir dari laman resmi BMKG, Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa Hunter’s Moon merupakan sebutan tradisional untuk bulan purnama yang muncul setelah Harvest Moon.
Fenomena ini umumnya dikaitkan dengan bulan Oktober, meski pada kondisi tertentu dapat terjadi pada November.
“Fenomena Hunter’s Moon tidak memiliki perbedaan fisik dengan bulan purnama biasa, tetapi memiliki latar belakang budaya dan karakteristik unik,” ujar Ayu di Jakarta, Jumat (23/10).
Baca Juga: Peristiwa Langit Langka: Fenomena Super New Moon Diprediksi Menghiasu Cakrawala Pada 17 Mei
Asal-usul Nama Bulan Pemburu
Sebutan Hunter’s Moon berasal dari tradisi kalender masyarakat adat Amerika, termasuk suku Algonquian, serta para pemukim awal Eropa.
Jika Harvest Moon dikaitkan dengan masa panen, Hunter’s Moon menjadi penanda waktu berburu untuk menyiapkan persediaan makanan menjelang musim dingin.
Pada masa lalu, ladang yang telah dipanen menarik hewan seperti rusa dan rubah untuk mencari sisa hasil panen. Kondisi tersebut memudahkan pemburu menemukan hewan buruan.
Cahaya bulan purnama yang terang juga membantu mereka melacak target pada malam hari.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





