Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengangguran Terdidik Jadi Ancaman, Prof Bagus Ingatkan Risiko Bonus Demografi Indonesia

N
Penulis: Nadiyatul Ul Ya❯
Prof. Bagus Muljadi menilai riset dan meritokrasi penting untuk mencegah pengangguran terdidik. (instagram.com/bagusmuljadi)
Prof. Bagus Muljadi menilai riset dan meritokrasi penting untuk mencegah pengangguran terdidik. (instagram.com/bagusmuljadi)

Advertisement

RADARTUBAN - Bonus demografi yang digadang-gadang menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045 berpotensi berubah menjadi persoalan serius apabila tidak diimbangi dengan kesiapan pendidikan, lapangan kerja, dan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Akademisi sekaligus ilmuwan Prof. Bagus Muljadi mengingatkan, Indonesia perlu mengubah arah pembangunan dengan memperkuat riset, sains, dan sistem meritokrasi.

Tanpa langkah tersebut, besarnya jumlah penduduk usia produktif justru berisiko menambah angka pengangguran terdidik dan memicu ketidakstabilan sosial.

Advertisement

Pandangan itu disampaikan Prof. Bagus dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Sabda Filsuf.

Dia menilai, transformasi Indonesia dari negara yang bertumpu pada sumber daya alam menuju negara berbasis pengetahuan harus dibangun melalui penguasaan ilmu pengetahuan.

Advertisement

Menurut dia, berbagai persoalan global saat ini semakin bergantung pada pendekatan ilmiah.

Mulai perubahan iklim hingga perdagangan internasional membutuhkan dukungan riset dan perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Indonesia untuk bisa keluar dari negara yang berbasiskan sumber daya alam menjadi berbasiskan knowledge harus berlandaskan sains. Isu-isu global itu sekarang scientific bound, mulai dari climate change hingga international trade," ujar Prof. Bagus.

Pengangguran Terdidik Jadi Perhatian

Selain penguatan sains, Prof. Bagus menyoroti persoalan pendidikan tinggi di Indonesia.

Dia menilai, sistem perguruan tinggi masih berada dalam posisi yang tidak sepenuhnya mengikuti model pendidikan yang dikelola negara maupun sistem pendidikan komersial dengan standar dan jaminan kualitas yang jelas.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Korea Selatan Hadapi Krisis Demografi Serius, Angka Fertilitas Masih Jauh di Bawah Level Penggantian

Korea Selatan Hadapi Krisis Demografi Serius, Angka Fertilitas Masih Jauh di Bawah Level Penggantian

Korea Selatan menghadapi krisis demografi serius akibat angka kelahiran rendah, tekanan ekonomi, budaya kerja, dan beban sosial.

Bonus Demografi Indonesia, Berkah atau Bom Waktu? Ini Risiko yang Mengintai

Bonus Demografi Indonesia, Berkah atau Bom Waktu? Ini Risiko yang Mengintai

Bonus demografi bisa menjadi berkah bagi Indonesia, tetapi rendahnya pendidikan dan lapangan kerja dapat menjadi bom waktu.

Korea Selatan Hadapi Krisis Demografi, Mengapa Generasi Mudanya Enggan Menikah dan Punya Anak?

Korea Selatan Hadapi Krisis Demografi, Mengapa Generasi Mudanya Enggan Menikah dan Punya Anak?

Korea Selatan menghadapi krisis demografi akibat angka kelahiran yang terus turun. Biaya hidup, tekanan kerja, hingga budaya menjadi faktor utama.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer