Pengangguran Terdidik Jadi Ancaman, Prof Bagus Ingatkan Risiko Bonus Demografi Indonesia

RADARTUBAN - Bonus demografi yang digadang-gadang menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045 berpotensi berubah menjadi persoalan serius apabila tidak diimbangi dengan kesiapan pendidikan, lapangan kerja, dan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Akademisi sekaligus ilmuwan Prof. Bagus Muljadi mengingatkan, Indonesia perlu mengubah arah pembangunan dengan memperkuat riset, sains, dan sistem meritokrasi.
Tanpa langkah tersebut, besarnya jumlah penduduk usia produktif justru berisiko menambah angka pengangguran terdidik dan memicu ketidakstabilan sosial.
Pandangan itu disampaikan Prof. Bagus dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Sabda Filsuf.
Dia menilai, transformasi Indonesia dari negara yang bertumpu pada sumber daya alam menuju negara berbasis pengetahuan harus dibangun melalui penguasaan ilmu pengetahuan.
Menurut dia, berbagai persoalan global saat ini semakin bergantung pada pendekatan ilmiah.
Mulai perubahan iklim hingga perdagangan internasional membutuhkan dukungan riset dan perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Indonesia untuk bisa keluar dari negara yang berbasiskan sumber daya alam menjadi berbasiskan knowledge harus berlandaskan sains. Isu-isu global itu sekarang scientific bound, mulai dari climate change hingga international trade," ujar Prof. Bagus.
Pengangguran Terdidik Jadi Perhatian
Selain penguatan sains, Prof. Bagus menyoroti persoalan pendidikan tinggi di Indonesia.
Dia menilai, sistem perguruan tinggi masih berada dalam posisi yang tidak sepenuhnya mengikuti model pendidikan yang dikelola negara maupun sistem pendidikan komersial dengan standar dan jaminan kualitas yang jelas.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




