DARI sekian banyak grup band pelestari lagu Koes Plus di Tuban, hanya tiga grup yang masih bertahan lebih dari satu dekade. Ketiga grup tersebut Matoh Band, KS Plus Band, dan Koesmania.
Tiga grup band ini masih konsisten dengan personel yang identik atau bahkan mirip Koes Plus. Setiap manggung, mereka selalu menyanyikan lagu-lagu Koes Plus.
Semirip mungkin dengan aslinya. Tujuannya kembali membangkitkan semangat melestarikan grup band legendaris tersebut.
Sebut saja Matoh Band. Grup band yang dibentuk pada 2012 ini mendapat nama Matoh Band dari Yok Koeswoyo, salah satu pentolan Koes Plus. Saat manggung di Tuban, Yok diiringi sejumlah musisi Bumi Ronggolawe.
Setelah manggung, Yok mengusulkan nama Matoh bagi grup band tersebut. Nama itu merupakan jargon asli masyarakat Tuban.
‘’Yang memberi nama Matoh Band langsung Mas Yok,’’ kata Joko Wahyuono, gitaris Matoh Band.
Joko mengatakan, matoh adalah jargon masyarakat Tuban yang mulai jarang diucapkan. Jargon ini justru sekarang lebih sering terdengar dan populer di Bojonegoro setelah salah satu tokoh politik di Kota Ledre tersebut mengklaim kata matoh.
Agar tidak menghilangkan unsur ke-Tubanan, nama Matoh digunakan grup band ini hingga saat ini.
‘’Beberapa kali Matoh Band bareng Mas Yok manggung saat nostalgia di Tuban,’’ ungkapnya.
Sejak dibentuk sebelas tahun lalu, Matoh Band sempat bongkar pasang personel karena kesibukan setiap anggotanya. Personel terbarunya Khalam Achmad sebagai vokalis dan gitaris, Joko Wahyuono (gitaris), Lutfi Crisdiansyah (keryboardis), Wahyu (drummer), dan Eddy Edawa (bassis).
Setelah sebelas tahun berkarya dengan mengkaver lagu-lagu Koes Plus, tahun ini Matoh Band mulai berkarya dengan menelurkan tembangnya sendiri berjudul Serba Salah.
Musisi pemilik label Keluarga Widaswara ini menuturkan singel perdana Matoh Band yang diciptakan mengusung genre rock n roll ala Koes Plus. Mengambil lokasi syuting di tepi jalan lingkar selatan (JLS) Desa Kembangbilo, Kecamatan Tuban.
Sejak dirilis Sabtu (4/3), video klip lagu tersebut sudah di tonton lebih dari 1,2 ribu warganet. Dengan total 122 like dan 93 komentar.
‘’Inspirasi utama membuat lagi ini tetap mengacu Koes Plus, dengan lirik lagu dibuat simpel dan mudah diingat,’’ ungkapnya. (yud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Amin Fauzie