Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Serunya Mancing di Laut Tuban, Rasakan Strike Ikan Tuna Bergigi Anjing 30 Kilogram

Dwi Setiyawan • Selasa, 18 Juli 2023 | 19:41 WIB

Ahmad Mustofa memamerkan ikan tuna hasil pancingannya. (Ahmad Mustofa untuk Radar Tuban)
Ahmad Mustofa memamerkan ikan tuna hasil pancingannya. (Ahmad Mustofa untuk Radar Tuban)

Perairan laut Tuban dikenal sebagai salah satu ‘’surganya’’ bagi pemancing. Selain melahirkan banyak komunitas mancing mania di Bumi Ronggolawe, penghobi memancing dari sejumlah daerah, di antaranya, Surabaya, Gresik, Bojonegoro, dan Lamongan pun kerap berdatangan.

DWI SETIYAWAN, Tuban, Radar Tuban

MERASAKAN strike atau umpannya disambar dan kemudian ditarik merupakan sensasi tersendiri bagi Ahmad Mustofa. Kalau sudah begitu, dia harus totalitas ‘’berhadapan’’ dengan ikan yang jadi targetnya.

‘’Kalau lemah, saya tarik. Begitu tarikannya kencang, senar saya ulur pelan,’’ ujar salah satu dari ratusan pemancing mania Tuban itu ketika diwawancarai Jawa Pos Radar Tuban.

Salah satu ketegangan inilah yang paling dinikmatinya setiap memancing sekaligus membuatnya kecanduan.

Pada momen inilah, kata Mustofa, pemancing butuh perhitungan yang tepat dan tidak asal. Modal utamanya, kesabaran ekstra, konsentrasi, dan tentu saja teknis.

Kalau salah satu modal tersebut tak dimiliki pemancing, sangat mungkin ikan akan lepas atau senar putus.

Berkaca pada pengalamannya memancing, Mustofa menyebut kesabaran ekstra dibutuhkan kalau umpan disambar tuna jenis gigi anjing yang bersirip kuning.

‘’Tarikannya cukup kuat. Bisa butuh waktu 30 menit-45 menit untuk menaklukkan’’ ujar pria yang tinggal di Jalan KH Mustain, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban itu.

Bahkan, dia sering ‘’bertarung’’ sekitar dua hingga tiga jam dengan tuna seberat 20-30 kilogram (kg) di kawasan palung di Palu, Sulawesi Tengah.

Photo
Photo

Baginya, sensasi yang tiada duanya tersebut yang tidak ditemukan pada aktivitas outdoor lain. Begitu mengenal dunia memancing selepas menyelesaikan kuliah sekitar 1987 silam, Mustofa langsung ketagihan hingga sekarang.

Karena itu, selama berdinas di Pertamina hingga pensiun tahun lalu, dia selalu menyempatkan waktu untuk memancing. Tanpa terkecuali setiap kali pulang ke Tuban.

Sebelum pandemi Covid-19, Mustofa mengaku bisa sebulan sekali memancing. Bahkan, dia bisa mengajukan cuti tiga hari selama sepuluh kali setahun hanya untuk memancing di tengah laut.

Demi menyalurkan hobi memancingnya, dia sering tidur di tengah samudra dengan segala risiko besarnya. Mulai yang ringan, seperti kerusakan mesin perahu hingga dihantam badai dan perahu karam.

‘’Alhamdulillah, saya tidak pernah mengalaminya,’’ tuturnya.

Sebagai pemancing mania, Mustofa mengaku sudah menyatu dengan luasnya laut yang diarungi. Termasuk memahami jenis dan karakter ikan serta umpannya.

Selama memancing di perairan laut Bumi Ronggolawe, dia hafal kelangkaan ikan pada musim baratan atau angin barat pada September, Oktober, hingga November. Untuk umpannya, dia sering menggunakan udang hidup.

Kalau memancing ikan tuna, Mustofa memilih menggunakan umpan metal jig. Memancingnya dengan metode jigging.

‘’Setelah umpan diturunkan sampai dasar laut, ditarik ke atas pelanpelan,’’ kata suami Khozanah Hidayati, mantan anggota DPRD Provinsi Jatim itu menggambarkan ketegangan sekaligus tantangan memancing ikan tuna.

Jenis umpan lain yang sering digunakannya adalah ikan hidup selar atau sejenisnya untuk memancing ikan tengiri atau lemadang.

Untuk jenis ikan di permukaan, Mustofa menggunakan rubber jig. Teknis  memancingnya dengan popping, yakni umpan dilempar sejauh lemparan dan kemudian ditarik pelan-pelan sambil disentak.

Setiap memancing di perairan Laut Jawa wilayah Tuban yang ombaknya dikenal bersahabat, dia memiliki se jumlah partner. Salah satu yang rutin menjadi tandemnya adalah Fahmi Fikroni, anggota DPRD Tuban.

‘’Terakhir, tahun lalu, saya memancing dengannya selama dua hari hingga ke Pulau Madura,’’ ujarnya. (*)

 

----------------------------------------------------------------

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Amin Fauzie
#teknik memancing #Tuban #bergigi anjing #mancing #cara memancing ikan tuna #umpan #hobi memancing #komunitas #mancing mania #memancing tuna #perairan laut tuban #strike ikan tuna #strike unik #memancing di laut #metode jigging #laut tuban #strike #ikan tuna #udang hidup #video strike #berat ikan tuna #umpan ikan tuna