Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ikapi: Indonesia Tidak Kekurangan Penulis Bermutu, Tantangannya Justru Hilirisasi Buku

Dwi Setiyawan • Kamis, 12 Oktober 2023 | 16:52 WIB
Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Arys Hilman
Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Arys Hilman

RADARTUBAN-Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Arys Hilman menyatakan Indonesia tidak pernah kekurangan penulis bermutu. Justru yang menjadi tantangan bersama adalah hilirisasi buku yang bermutu.

"Kita boleh saja menerbitkan buku-buku bermutu yang banyak, tetapi buku bermutu memerlukan hilir yang baik pula. Untuk itu, paling penting adalah meningkatkan akses menuju buku-buku tersebut," Arys, sebagaimana dikutip dari Antara.

Pernyataan tersebut disampaikannya pada jumpa pers Kiprah Indonesia Menuju Festival Buku Frankfurt 2023 di Perpustakaan Kemendikbudristek di Jakarta, Rabu (11/10).

Arys mengatakan, tanggung jawab pemerintah tidak hanya meningkatkan akses pada buku pendidikan, melainkan pembudayaan kebiasaan membaca.

Dia juga menyampaikan, Indonesia memiliki peluang untuk mengenalkan buku-buku bergambar anak di kancah Internasional.

"Ada peluang bagi Indonesia untuk buku-buku bergambar anak, kekayaan budaya kita yang menjadi nilai tambah bagi dunia internasional," ucapnya.

Arys mengapresiasi upaya Kemendikbudristek yang memfasilitasi para penerbit untuk melakukan kerja sama secara langsung dengan pelaku perbukuan di kancah internasional.

Dengan fasilitasi penerbit, kata dia, pelaku perbukuan dapat memperluas jaringan dengan penerbit, agen hak cipta, dan distributor buku berbagai negara.

Arys menyebut Indonesia memiliki tantangan untuk membuat buku tetap bersaing antarmedium.

"Meski saat ini buku bersaing dengan video, terbukti bahwa dunia baca tulisnya tidak tertinggal, saat pandemi terbukti peminat buku audio meningkat, selain itu, ketertarikan membaca konten-konten lewat surel dan percakapan di medium pesan singkat meningkat," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Perbukuan Kemendikbudristek Supriyatno mengatakan, Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) sudah berupaya melakukan pembinaan pelaku perbukuan.


Salah satunya perjenjangan buku yang bertujuan memberikan bacaan-bacaan sesuai dengan tingkat kemampuan baca sehingga buku itu akan lebih tepat sampai kepada yang membutuhkan.

"Jadi kita sudah membuat agar buku itu tidak membosankan dan tidak menakutkan karena buku ini sudah dijenjangkan, disesuaikan dengan tingkat kemampuan membacanya, saat ini sedang dikembangkan model A dan B untuk pembaca dini, serta D dan E untuk pembaca mahir untuk novel, komik, dan lain-lain," ucapnya.

Kemendikbudristek, lanjut dia, juga sudah melakukan penilaian buku pendidikan sebagai bentuk pengendalian mutu buku di sekolah yang dilakukan secara daring dan melibatkan profesional, akademisi, dan praktisi.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#Arys Hilman #ikapi #penulis #BSKAP #buku #Ikatan Penerbit Indonesia #Kiprah Indonesia Menuju Festival Buku Frankfurt 2023