RADARTUBAN - Kalau riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini berhasil, ke depan pemberian vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi tidak perlu melalui suntikan atau injeksi.
Cukup dengan pupa ulat sutra yang dapat dimakan langsung oleh hewan ternak.
"Berbeda dengan vaksin lainnya yang diberikan melalui suntikan, kami menggunakan terobosan baru sehingga bisa dimakan oleh hewan ternak," kata peneliti pengembangan vaksin pada Pusat Riset Vaksin dan Obat Organisasi Riset Kesehatan BRIN Doddy Irawan Setyo Utomo, sebagaimana dilansir dari Antara.
Doddy menerangkan, pengembangan metode vaksin ini berbasis protein sub-unit, dengan mengekspresikan protein struktural virus PMK, yaitu bagian VP-0, VP-1, dan VP-3 dari virus di dalam pupa ulat sutra.
BRIN juga sedang melakukan persiapan uji antigenisitas pada mencit pada bulan depan.
"Sekarang dalam persiapan untuk uji antigenisitas di mencit, rencananya di tahun depan kami akan mencobanya di hewan yang jadi subjek virus PMK, seperti marmut, kambing, ataupun sapi," ujarnya.
Doddy menilai vaksin yang dikembangkan BRIN lebih efisien karena ulat sutra yang berperan sebagai bahan dasar pembuatan vaksin terbilang murah. Satu pupa ulat sutra dapat menghasilkan protein 2-4 mg.
Cara mengaplikasikan vaksin ini dengan mencampurkan bersama pakan yang diberi kepada hewan ternak, namun sudah disesuaikan dengan dosis yang dibutuhkan.
Dia berharap setelah uji coba kepada subjek virus, vaksin PMK ini dapat segera diproduksi masal dan didistribusikan kepada masyarakat.(ds)
Editor : Muhammad Azlan Syah