Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sehari Jelang Peringatan Hari Santri 22 Oktober Digelar Peragaan Sarung Santri Nusantara

Dwi Setiyawan • Sabtu, 21 Oktober 2023 | 14:17 WIB
Plt Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghafur.
Plt Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghafur.

RADARTUBAN-Menjelang Hari Santri pada 22 Oktober, rangkaian acara menggelorakan peristiwa Resolusi Jihad yang difatwakan KH Hasyim Asy'ari tersebut dimeriahkan dengan Peragaan Sarung Santri Nusantara pada Sabtu (21/10) hari ini di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur. 

Acara akbar tersebut diselenggarakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kementerian Agama (Kemenag), dan Pemprov Jawa Timur (Jatim). 

Plt. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono Abdul Ghafur mengatakan, sarung identik dengan busana santri dalam gaya yang berbeda. Karena itu, pada peringatan Hari Santri 2023 perlu dimunculkan gelaran yang menjadi khas pesantren.

 

"Dengan semangat yang tulus, para santri dapat menjadi penjaga tradisi sekaligus pembangun Indonesia modern," kata dia, sebagaimana dikutip dari Antara. 

 

Juru Bicara Kemenag Anna Hasbie mengungkapkan, Peragaan Sarung Santri Nusantara menjadi etalase keragaman bangsa yang dibalut dalam semangat persatuan dan kegembiraan.

 

"Ini merupakan kegiatan yang dapat menyatukan orang dari berbagai latar belakang dalam perayaan warisan bersama," katanya.

 

Selain peragaan sarung santri, acara tersebut juga akan dimeriahkan dengan berbagai penampilan budaya, termasuk peragaan seni dan musik.

 

Sejumlah seniman dijadwalkan hadir dan ikut mengisi acara. Antara lain, Tretan Muslim, Sosiawan Leak, dan Sastro Adi. Acara juga akan dimeriahkan dengan penampilan musik dari Armand Maulana.

 

Sebelumnya, Jumat (6/10), Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas merilis logo Hari Santri 2023 di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kemenag. 

 

"Pada peringatan tahun ini, kita usung semangat Jihad Santri Jayakan Negeri. Melalui tema ini, kami ajak para santri untuk terus berjuang membangun kejayaan negeri dengan semangat jihad intelektual di era transformasi digital," ujar Menag Yaqut Cholil Qoumas.

  

Hari Santri ditetapkan Presiden Joko Widodo pada 2015. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri.

  

Hari Santri merujuk pada peristiwa Resolusi Jihad yang difatwakan KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945. 

Resolusi ini berisi seruan kewajiban berjihad untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan melawan pasukan penjajah.

Resolusi inilah yang melahirkan perlawanan 10 November 1945, yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.

  

Menag mengatakan, tema Jihad Santri Jayakan Negeri dapat dimaknai secara historis dan kontekstual.

 

Secara historis, tema ini ingin mengingatkan bahwa para santri memiliki andil besar dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

  

 

Secara kontekstual, kata Gus Yaqut, Jihad Santri Jayakan Negeri menegaskan bahwa santri terus berkontribusi dalam memajukan negeri. 

 

Menurutnya, makna jihad secara kontekstual tidak selalu identik dengan berperang angkat senjata.

  

"Jihad santri secara kontekstual adalah jihad intelektual, di mana para santri adalah para pejuang dalam melawan kebodohan dan ketertinggalan. Santri juga turut berjuang dan mengambil peran di era transformasi digital," ujar Ketua Umum GP Ansor itu.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#kementerian agama #hari santri #Kemenag #santri #Peragaan Sarung Santri Nusantara