RADARTUBAN – Dalam beberapa hari mendatang, umat Islam akan berjumpa dengan bulan suci Ramadhan.
Pada bulan tersebut, umat Islam diwajibkan melaksanakan puasa sebulan penuh sebagaimana hadist yang diriwayatkan Imam Ahmad.
قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
Artinya: “Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, diwajibkan kepada kalian ibadah puasa, dibukakan pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta setan-setan dibelenggu.
Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang tidak mendapatkan kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang atau terjauhkan (dari kebaikan)."
Meski begitu, baik pemerintah, NU, maupun Muhammadiyah memiliki perbedaan jadwal 1 Ramadhan karena ketiganya menggunakan metode yang berbeda dalam menentukan awal bulan Hijriyah.
Melalui kalender Hijriyah oleh Kemenag, 1 Ramadan 1445 H diperkirakan bertepatan pada Selasa, 12 Maret 2024.
Namun, Kemenag belum memberikan kepastian karena Sidang Isbat baru digelar pada 10 Maret mendatang.
“Sidang Isbat ini merupakan salah satu layanan keagamaan bagi masyarakat untuk mendapat kepastian mengenai pelaksanaan ibadah,” papar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirijen Bimas Islam) pada Senin (19/2) dikutip dari laman resmi Kemenag.
Senada dengan Kemenag, melalui laman resminya, NU optimis memprediksi 1 Ramadan jatuh pada 12 Maret 2024.
“Jadi langkah ikmal/istikmal Sya'ban sebagaimana tertulis di almanak PBNU sudah benar. Insyaallah fix 1 Ramadhan 1445 H bertepatan dengan 12 Maret 2024 M," ucap Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) KH Sirril Wafat, Sabtu (24/2).
Meski begitu, Kiai Sirril tersebut mengatakan bahwa pelaksanaan rukyatul hilal akan tetap dilakukan pada 10 Maret 2024 di 50 hingga 60 titik wilayah.
Proses rukyatul hilal tersebut dilakukan bekerja sama dengan BMKG akan diserahkan ke Kemenag untuk menunggu keputusan resmi Sidang Isbat.
Berbeda dengan pemerintah dan NU, melalui laman resmi Muhammadiyah memutuskan bahwa 1 Ramadan 1445 H bertepatan dengan 11 Maret 2024.
Hal itu diputuskan berdasarkan metode Hisab Wujudul Hilal Hakiki yang disampaikan Muhammad Sayuti, sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada Sabtu (20/1) melalui konferensi pers. (aan)
Editor : Muhammad Azlan Syah