RADARTUBAN-Malam Nuzulul Quran merupakan peristiwa agung Rasulullah SAW menerima wahyu pertama dari Malaikat Jibril.
Meski diperingati setiap tahun, namun jarang yang mempertanyakan; mengapa Nuzulul Quran diperingati pada 17 Ramadhan?
Padahal, ayat-ayat Alquran dan hadis Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa Alquran turun pada Lailatul Qadar di 10 hari terakhir bulan Ramadhan
Artinya Alquran turun antara tanggal 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadhan.
Menjawab pertanyaan ini, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir memberikan penjelasan pada laman muhammadiyah.or.id.
Dia mengutip penjelasan Syaikhul Mufassirin, yaitu Imam At-Thabari yang menulis bahwa Alquran yang turun pada 10 hari bulan terakhir atau pada malam Lailatul Qadar itu adalah Alquran dalam bentuk tunggal atau utuh (jumlatan wahidatan).
Alquran itu turun dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia, namun belum diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
“Kemudian baru setelah itu Alquran turun dari langit dunia ke Nabi Muhammad. Itulah yang diyakini jumhur ulama pertama kali terjadi pada 17 Ramadhan yang itu Alquran turun tidak sak glondong, tidak jumlatan wahidatan, tapi berangsur-angsur selama kerasulan Muhammad selama 23 tahun,” jelasnya.
Pada penjelasan lain, disebutkan bahwa ditetapkannya tanggal 17 Ramadan berasal dari penjelasan Surah Al-Anfal ayat ke-41 yang mengisahkan tentang kemenangan umat Islam melawan kafir Quraisy di perang Badar tanggal 17 Ramadan.
Selain itu, dalam riwayat turunnya Alquran, disebutkan wahyu pertama yaitu lima ayat Surah Al-Alaq terjadi pada 17 Ramadhan.
“Sehingga yang dimaksud dengan Nuzulul Quran pada 17 Ramadan adalah Alquran mulai turun dari langit dunia kepada Nabi Muhammad, tidak dalam jumlatan wahidatan, tapi secara berangsur-angsur,” terangnya. (ds)
Editor : Amin Fauzie