RADARTUBAN – Beredar video yang diambil oleh salah satu penumpang mobil, terlihat seorang pria berbaju batik marah-marah pada pengendara mobil di depannya.
Dikutip dari video akun @yessyayuaryanii, Mikhael dan Yessi (istrinya) tengah melewati jalan satu arah dengan kondisi menurun yang memang sempit.
Mereka kemudian berpapasan dengan mobil HRV putih milik pria berbaju batik yang dikendarai istrinya.
Menurut keterangan sang istri yang dikutip dari akun Instagram @yessyayuaryanii, saat itu jalan satu arah yang dia lewati bersama Mikhael (suami) sempit dan posisi mereka sudah sangat mepet ke kiri.
Kemudian, mobil mereka berpapasan dengan mobil HRV putih melawan arah yang dikendarai istri dari pria berbaju batik.
Tanpa ingin mempermasalahkan apa pun, Mikhael menurunkan kaca mobilnya dan menyampaikan agar ibu-ibu tersebut memundurkan sedikit mobilnya dan mepet ke kiri terlebih dahulu karena masih ada lahan kosong.
Selain itu juga tidak memungkinkan apabila mobil mereka yang mundur karena di belakangnya sudah ada kendaraan lain.
Sontak, pria yang berbaju batik turun dari mobil dan menghampiri mereka dengan wajah emosi.
Dikutip dari video yang diunggah @yessyayuaryanii, “Koe anak e sopo? Iki wilayahku, koe sing mundur,” ujarnya dengan emosi.
Mikhael membalas dengan nada sopan, namun pria tersebut tetap tidak mau mengalah.
“Pak, kulo mboten anake sopo sopo, ini saya sama istri cuma mau berangkat kerja, kita juga berada di jalur yang sesuai dan bapak sama ibu ngelawan arah,” balas Mikhael yang terekam pada video yang sama.
Terlihat beberapa kali beliau menendang mobil milik Mikhael dan istrinya.
Bapak berbaju batik tersebut juga mengaku sebagai lawyer dengan nada yang emosi.
Dikutip dari video @yessyayuaryanii, “lho kalo gitu harusnya bapak tau hukum,” balas Mikhael dengan santai tak terpancing emosi.
Setelah bapak berbaju batik dan istrinya tersebut sadar sedang direkam, mereka langsung mendorong-dorong gawai Yessi dan marah karena tidak terima disyuting.
Namun, Mikhael melindungi istrinya, sehingga bapak dan ibu tersebut tidak bisa meraih gawai Yessi lagi.
Tidak lama setelah kejadian tersebut, video klarifikasi dari bapak berbaju batik tersebut muncul, Kamis (11/7).
Dari video klarifikasi tersebut dapat diketahui bahwa nama bapak tersebut adalah Pak Wisnu yang merupakan anggota dari pengurus MPC Kabupaten Semarang sebagai seorang lawyer.
Namun, bagi para netizen klarifikasi tersebut tidak sah karena Pak Wisnu tidak melakukan klarifikasi sendiri, melainkan kata-kata maafnya diwakilkan oleh ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kabupaten Semarang.
Pak Wisnu hanya berdiri disampingnya dan hanya mengangguk-anggukkan kepala.
Dikutip dari video akun Instagram @infokejadianungaran, “Intinya, kami atau saya sebagai Ketua MPC meminta maaf atas insiden tadi siang antara Mas Wisnu dengan saudara Mikhael yang salah paham dan kami mohon maaf sebesar-besarnya apa lagi dengan viralnya masalah ini Mas Wisnu dengan tidak sadar mengatasnamakan ketua Pemuda Pancasila” ujar Ketua MPC Kabupaten Semarang itu.
“Ini namanya bukan klarifikasi, masa klarifikasi yang ngomong bukan yang bersangkutan,” ujar pemilik akun @meshak_kurniawan, berkomentar di unggahan @infokejadianungaran.
“Katanya lawyer, ketua PP, tp minta maaf malah diwakilkan. Mulutnya gak sebesar pas nendang pintu mobil orang kah?” kesal pemilik akun @grndygrndy yang ikut berkomentar di unggahan yang sama.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah