RADARTUBAN - Setelah viral unggahan Taehyung, muncul seruan boikot produk Pro-Israel yang terus menguat. Unggahan foto makanan dari restoran McDonald's oleh Taehyung, salah satu anggota BTS, baru-baru ini memicu kehebohan di media sosial.
Pasalnya, McDonald's termasuk dalam daftar restoran yang diboikot karena dianggap pro-Israel. Seruan boikot produk pro-Israel ini merupakan bentuk solidaritas untuk Palestina atas serangan genosida Israel.
Gerakan ini dikenal dengan Boycott, Divestment, Sanctions (BDS) Movement.
Selain McDonald's, 4 restoran cepat saji lainnya juga masuk dalam daftar boikot BDS Movement:
1. Pizza Hut
Jaringan restoran internasional yang beroperasi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Boikot terhadap Pizza Hut dilakukan dengan tidak membeli dan mengonsumsi makanan dari restoran ini sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Israel.
2. Dunkin Donuts
Rantai internasional yang juga beroperasi di Israel. Partisipasi dalam boikot produk mereka berarti menolak untuk membeli dan mengonsumsi produk mereka sebagai bentuk menentang dukungan perusahaan terhadap Israel atau kebijakan tertentu yang berkaitan dengan konflik.
3. KFC
Kentucky Fried Chicken (KFC) juga memiliki kehadiran global termasuk di Israel. Boikot terhadap KFC melibatkan untuk menahan diri dari membeli makanan mereka yang juga sebagai bentuk penolakan terhadap dukungan atau investasi yang diberikan kepada Israel.
4. Burger King
Jaringan restoran burger internasional yang juga dapat dijangkau di Israel. Dengan mengambil bagian dalam boikot terhadap Burger King dan tidak membeli produk mereka adalah bentuk respons terhadap kebijakan atau investasi perusahaan di wilayah tersebut.
5. Starbucks
Meskipun bukan restoran cepat saji, Starbucks juga termasuk dalam daftar boikot produk Israel. Sebagai rantai kopi global, Starbucks memiliki kehadiran dalam mendukung serangan genosida Israel terhadap Palestina.
Ajakan gabung boikot produk pendukung Israel itu terus digaungkan di berbagai media sosial, terutama X/Twitter, Instagram, dan Youtube.
Dengan berpartisipasi dalam boikot produk pro-Israel, sejumlah warganet itu yakin dapat menunjukkan solidaritas kita kepada rakyat Palestina dan menentang tindakan genosida yang dilakukanoleh Israel. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama