RADARTUBAN - Di Indonesia, salah satu masalah yang belum terselesaikan dan seringkali menimbulkan banjir adalah sampah.
Banyak sekali sampah-sampah yang menumpuk bahkan menyumbat di selokan, hingga sungai-sungai.
Beberapa waktu yang lalu viral di media sosial sebuah video menunjukkan aksi sekelompok bocah yang membersihkan selokan di tepi jalan. Video tersebut di unggah sendiri oleh akun TikTok @05group1.
Mmereka menyebut kelompok mereka dengan sebutan kosong lima group.
Bocah-bocah tersebut menunjukkan aksi kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar mereka.
Dengan peralatan yang mereka gunakan, penuh semangat dan antusias sekelompok bocah tersebut mengangkat satu per-satu sama yang menumpuk di selokan dari sampah plastik, daun hingga kotoran lainnya.
Dalam setiap unggahan videonya, mereka memang kerap kali melakukan aksi serupa. Mereka mengatakan bahwa Pandawara merupakan inspirasi mereka dalam melakukan kegiatan bersih-bersih di lingkungan sekitar.
Pandawara memang sangat terkenal dengan berbagai aksi nya dalam membersihkan sampah-sampah di berbagai tempat di Indonesia, Pandawara juga banyak menggandeng para influencer untuk tergabung dalam aksinya.
Aksi Pandawara ini lah yang kemudian mendorong sekelompok bocah Lombok ini untuk melakukan hal yang sama, mereka tidak hanya ingin menonton saja.
Akan tetapi juga bergerak melakukan hal positif tersebut.
Pandawara tidak hanya memberikan jasa mereka dalam membersihkan suatu tempat dari tumpukkan sampah.
Tapi juga memberikan pengaruh yang sangat luar biasa bagi orang lain untuk turut melakukan hal yang sama.
Aksi sekelompok bocah tersebut menuai banyak pujian warganet, sebab tidak hanya membuat suatu tempat yang semulanya banyak sampah menjadi bersih.
Akan tetapi, mereka juga menunjukkan sikap tanggung jawab pada warga sekitar agar selalu peka terhadap lingkungan.
"Lihat Pandawara, mereka melakukan apa yang kamu lakukan," komentar @Banana.
"Inilah tujuan pandawara, kamu berhasil menggerakan anak' untuk mengikuti hal' yang bermanfaat," komentar @anis-a.
"Generasi emas????????" komentar @ADnan selbeww. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama