Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Willie Salim Dilaporkan ke Polisi Buntut Konten Memasak 200 Kg Rendang yang Hilang Diduga Hanya Settingan

Belinda Eka Salsabilla • Selasa, 25 Maret 2025 | 14:35 WIB
Content Creator Willie Salim dilaporkan ke polisi
Content Creator Willie Salim dilaporkan ke polisi

RADARTUBAN- Konten memasak 200 kg rendang oleh content creator Willie Salim di Palembang, Sumatera Selatan telah berbuntut panjang hingga ke ranah hukum.

Konten yang dibuat Willie Salim tersebut diduga telah merusak citra Palembang.

Kegaduhan ini bermula saat Willie Salim membuat konten memasak 200 kg rendang di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) pada Selasa, (18/3).

Di tengah proses memasak, Willie sempat meninggalkan lokasi untuk pergi ke toilet. Namun, setibanya kembali, rendang yang belum matang sempurna itu telah habis diambil warga hanya dalam waktu satu menit.

Kejadian ini kini telah viral di media sosial dan memicu perdebatan publik. Banyak warganet yang menyudutkan warga Palembang atas peristiwa hilangnya rendang tersebut, sementara yang lain menganggap kejadian ini merupakan ketidaksiapan dari pihak Willie.

Menanggapi kegaduhan yang terjadi, Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Andi Rian R Djajadi dengan tegas meminta masyarakat yang merasa dirugikan untuk melapor ke polisi.

"Menurut saya simpel saja, kalau ada masyarakat yang merasa dirugikan oleh konten itu laporkan saja," ujar Kapolda.

Tak lama setelah itu, Pimpinan Ryan Gumay Lawfirm, Muhammad Gustryan, melaporkan Willie Salim ke Polda Sumatera Selatan pada Sabtu, (22/3).

Sebagai warga asli Palembang dan mewakili warga Palembang, Ryan merasa keberatan atas konten yang dinilai merusak citra masyarakat Palembang tersebut.

"Ya, malam ini kita gerak langsung melaporkan pengaduan masyarakat ke Polda Sumsel yang telah diterima dengan nomor laporan LAP-20250322-3F227," ujar Ryan seperti dilansir dari detikSumbagsel.

Laporan ini dibuat untuk memberikan efek jera terhadap Willie juga sebagai pelajaran bagi content creator yang lainnya agar lebih mempertimbangkan konsekuensi hukum dan dampak sosial dari konten yang mereka buat.

"Kami melengkapi pengaduan dengan beberapa bukti yang sudah kami serahkan ke Subdit Cyber Crime Polda Sumsel yang juga telah direspon melalui akun Banpol Sumsel," ungkap Ryan.

Menanggapi kontroversi yang makin memanas, Willie Salim menyampaikan permintaan maaf kepada warga Palembang melalui sebuah unggahan di akun Instagramnya.

"Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya untuk seluruh warga Palembang yang tersakiti gara-gara kejadian rendang yang viral ini. Banyak narasi yang tidak enak terhadap warga Palembang. Ini bukan salah warga Palembang, ini sepenuhnya salah saya karena saya kurang persiapan," ucap Willie Salim.

Willie mengaku bahwa ini merupakan pengalaman pertamanya memasak untuk orang sebanyak itu. Content Creator tersebut juga menegaskan bahwa dirinya tidak kecewa atas hilangnya rendang tersebut.

"Saya tidak ada kekecewaan sama sekali terhadap rendang yang hilang itu, malahan aku senang sekali melihat antusias warga. Karena pada akhirnya, rendang itu juga dimasak memang untuk dibagikan. Aku hanya kaget melihat antusias setiap warga yang luar biasa," ungkapnya.

Selain itu, Willie juga membantah bahwa kejadian tersebut bukanlah sebuah rekayasa, melainkan murni karena kurangnya persiapan dari pihaknya.

"Aku tidak merekayasa hal itu, aku hanya tidak memperhitungkan hal tersebut bisa terjadi dan itu adalah kebodohanku. Mohon jangan salahkan warga Palembang. Jika aku masak lebih awal dan dengan persiapan yang lebih matang lebih rapi hal tersebut tidak akan terjadi. Saya mohon maaf sebesar-besarnya," kata Willie. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#willie salim #Settingan #pelataran Benteng Kuto Besak #content creator #media sosial #memasak 200 kg rendang #citra palembang