Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Waspada Varian Nimbus! Covid-19 Tipe Baru Sebabkan Sakit Tenggorokan Menyiksa

M Robit Bilhaq • Selasa, 10 Juni 2025 | 22:48 WIB
Sakit tenggoran seperti ditusuk benda tajam jadi gejala covid jenis Nimbus
Sakit tenggoran seperti ditusuk benda tajam jadi gejala covid jenis Nimbus

RADARTUBAN - Sakit tenggorokan, seperti tertusuk benda tajam, adalah salah satu gejala yang banyak dilaporkan oleh pasien Covid 19 yang terinfeksi varian baru bernama Nimbus.

Gejala tersebut adalah yang menjadi pembeda dan menjadi ciri khas varian tersebut dari jenis Covid sebelum-sebelumnya, dan dapat muncul secara tiba-tiba, bahkan pada orang yang sebelumnya sudah pernah terinfeksi.

Varian Nimbus, secara ilmiah disebut NB.1.8.1, adalah salah satu turunan dari varian Omicron yang saat ini mulai meluas di berbagai negara.

Peningkatan kasus terlihat di beberapa wilayah seperti China, Singapura, dan Hong Kong.

Inggris, Badan Keamanan Kesehatan telah mendeteksi adanya 13 kasus di negaranya.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melakukan klarifikasi yaitu varian ini sebagai "variant under monitoring", karena dalam waktu singkat proporsinya naik menjadi 10,7 persen dari seluruh kasus Covid-19 global, dari sebelumnya hanya 2,5 persen.

Gejala utama dari infeksi varian Nimbus memang mirip dengan Omicron, tetapi terdapat juga keluhan yang lebih menonjol, yaitu rasa nyeri yang sangat mengganggu di tenggorokan saat menelan, seperti tertusuk benda tajam.

Menurut Dr. Naveed Asif dari The London General Practice, rasa sakit di tenggorokan ini terasa di bagian belakang tenggorokan dan bisa menjadi salah satu tanda bahwa orang tersebut terinfeksi.

Gejala lain yang menyertai antara lain:

- kelelahan berat,

- demam ringan hingga sedang,

- batuk ringan,

- hidung tersumbat atau berair,

- nyeri otot.

Selain itu, Dr. Asif menambahkan bahwa gejala bisa berbeda-beda tergantung kondisi masing-masing individu, sehingga kewaspadaan setiap individu tetap yang utama.

Profesor Lawrence Young, seorang ahli virologi dari Universitas Warwick, menyatakan bahwa varian ini dapat menyebabkan lonjakan infeksi baru dalam kurun waktu dekat.

Terutama karena meningkatnya aktivitas sosial selama musim panas.

Young menjelaskan bahwasanya kekebalan dari vaksin atau infeksi sebelumnya juga mulai berkurang, dan tidak seperti flu, penyebaran Covid tetap terjadi meski dalam cuaca hangat.

Young juga menambahkan bahwa Nimbus lebih efisien dalam menginfeksi sel dan memiliki potensi untuk menghindari sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, para pakar juga meyakini bahwa vaksin Covid-19 versi terbaru masih efektif terhadap varian ini, dan memberikan saran agar vaksinasi tetap dilakukan, terutama untuk kelompok rentan seperti lansia dan penderita gangguan imun. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#covid 19 #WHO #Benda Tajam #varian baru #sakit tenggorokan #nimbus