Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Diserbu Rating 1, Ini 7 Fakta Penting Hutan Amazon yang Jarang Diketahui

Mohamad Anas Ali Wafa • Selasa, 1 Juli 2025 | 18:05 WIB
Dari penyumbang air tawar dunia hingga benteng terakhir melawan krisis iklim, Hutan Amazon lebih dari sekadar zona penuh nyamuk.
Dari penyumbang air tawar dunia hingga benteng terakhir melawan krisis iklim, Hutan Amazon lebih dari sekadar zona penuh nyamuk.

RADARTUBAN - Hutan Amazon tiba-tiba menjadi sorotan netizen Indonesia di Google Maps, setelah ramai-ramai diberi rating bintang 1.

Fenomena ini disebut sebagai aksi balasan atas serbuan rating rendah yang diberikan oleh netizen Brasil terhadap Gunung Rinjani, usai insiden tragis meninggalnya pendaki asal Brasil, Juliana Marins.

Berbagai komentar bernada sindiran pun membanjiri Google Maps, seperti “banyak nyamuk, gak ada nasi Padang” hingga “anaconda ganas, hati-hati nanti terbunuh!”

Namun di balik aksi protes digital tersebut, Hutan Amazon sebenarnya menyimpan peran vital bagi Bumi dan manusia.

Berikut ini 7 fakta penting tentang Hutan Amazon yang jarang diketahui:

1. Luasnya Luar Biasa

Hutan Amazon merupakan hutan hujan tropis terbesar di dunia, membentang seluas sekitar 6,7 juta kilometer persegi di wilayah Amerika Selatan.

Sekitar 60 persen areanya berada di Brasil, sementara sisanya menjangkau delapan negara lain seperti Peru, Kolombia, dan Venezuela.

Hutan ini adalah penyedia jasa ekosistem penting secara global—mulai dari pengatur iklim, pelestari keanekaragaman hayati, hingga penjaga keseimbangan air dunia.

2. Penjaga Siklus Air Dunia

Amazon berperan besar dalam mengatur curah hujan global.

Melalui proses transpirasi, pepohonan melepaskan uap air yang membentuk awan dan hujan.

Proses ini menyumbang hingga 20 persen air tawar dunia.

Bahkan, uap air dari hutan ini dapat terbawa angin jauh ke kawasan tengah dan selatan Brasil, membentuk apa yang dikenal sebagai sungai terbang di langit penyumbang utama curah hujan dan sumber air untuk pertanian dan pembangkit listrik.

3. Gudang Karbon Dunia

Hutan Amazon adalah penyerap karbon raksasa. Sekitar 15 persen proses fotosintesis global terjadi di kawasan ini.

Pohon-pohon Amazon menyimpan hingga 90 miliar ton karbon di atas permukaan tanah, dengan jumlah serupa tersimpan dalam tanah.

Jika pohon-pohon ini ditebang, karbon yang disimpan akan terlepas kembali ke atmosfer, memperparah pemanasan global.

4. Penjaga Iklim Global

Amazon membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, menjaga suhu regional tetap stabil, serta mengatur pola hujan.

Jika deforestasi terus berlanjut, daerah sekitar akan menjadi lebih kering, panas, dan lebih rentan terhadap kebakaran hutan.

Amazon bertindak layaknya “penyedot debu” alami yang membersihkan atmosfer dari CO₂ berlebih.

5. Surga Keanekaragaman Hayati

Amazon adalah rumah bagi sekitar 10% spesies makhluk hidup di dunia.

Terdapat lebih dari:

• 3 juta spesies flora dan fauna,

• 40.000 jenis tanaman,

• 400 spesies mamalia,

• 1.300 spesies burung,

• 2.000 spesies ikan air tawar,

• Dan ribuan spesies serangga, amfibi, serta reptil.

Lebih dari 350 kelompok etnis tinggal di kawasan ini, dengan 60 komunitas adat masih hidup terisolasi tanpa kontak luar.

6. Berusia Jutaan Tahun

Para ilmuwan memperkirakan usia Hutan Amazon bisa mencapai 55 juta tahun, terbentuk sejak zaman Eosen.

Keberadaan hutan ini tak lepas dari pembentukan Pegunungan Andes yang menyebabkan terbentuknya Sungai Amazon.

Dari masa ke masa, kawasan ini berubah dari padang rumput menjadi hutan hujan tropis yang sangat lebat karena perubahan iklim dan endapan tanah yang subur dari pegunungan.

7. Terancam Penyusutan

Sayangnya, Hutan Amazon mengalami penyusutan serius. Sekitar 17 persen tutupan hutannya telah hilang akibat deforestasi, pembukaan lahan, dan kebakaran hutan.

Hilangnya pepohonan berpotensi melepaskan hingga 0,5 miliar metrik ton karbon per tahun ke atmosfer, mempercepat krisis iklim. Keberadaan Amazon sangat menentukan stabilitas iklim dunia di masa depan.

Meskipun jadi sasaran aksi balasan netizen, Hutan Amazon tetaplah salah satu ekosistem paling penting di planet ini.

Dibalik nyamuk dan anaconda, tersimpan kekayaan hayati dan fungsi ekologis yang tak tergantikan.

Sebuah pengingat bahwa bumi ini saling terhubung dan hutan seperti Amazon bukan hanya milik Brasil, tapi milik seluruh umat manusia. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#dunia #global #bumi #rating #hutan amazon #brasil