RADARTUBAN – Pendidikan dasar di Indonesia semakin menunjukkan taringnya dalam mencetak generasi berprestasi.
Berdasarkan data terbaru dari SIMT Kemendikbud, berikut ini adalah daftar 10 Sekolah Dasar (SD) dengan jumlah siswa berprestasi terbanyak di Indonesia tahun 2025, yang diukur dari jumlah perolehan medali nasional dan internasional.
Menariknya, dominasi sekolah dari Malang, Jogjakarta, dan Sleman menunjukkan kekuatan daerah-daerah ini dalam membina pendidikan dasar yang unggul dan kompetitif.
TOP 10 SD BERPRESTASI DI INDONESIA 2025
1 SD Unggulan Al-Ya’lu Malang 236
2 SD Muhammadiyah Condongcatur Sleman 229
3 SD Muhammadiyah Sapen I Jogjakarta 224
4 SD Islam Sabilillah Malang 189
5 SD Muhammadiyah Sapen II Jogjakarta 133
6 SDS IT Harapan Umat Jakarta 125
7 SD Negeri Sukasari 5 Tangerang 115
8 SD Swasta Plus Pride Pematang Siantar 101
9 SD Muhammadiyah 01 Waru Sidoarjo 100
10 SD Unggulan Putra Kaili Permata Bangsa Palu 95
Kunci Kesuksesan Sekolah-Sekolah Berprestasi Ini:
1. Kurikulum Terintegrasi & Kompetitif
Sekolah-sekolah unggulan ini mengadopsi pendekatan kurikulum nasional yang diperkuat program berbasis riset, literasi, STEM, dan tahfidz.
Beberapa bahkan mengimplementasikan pembelajaran bilingual dan berbasis project-based learning.
2. Kualitas Guru dan Pembinaan Intensif
SD seperti Al-Ya’lu dan Muhammadiyah Sapen diketahui memiliki program pelatihan guru berkala dan mentoring siswa intensif.
Guru difasilitasi untuk mengikuti workshop nasional bahkan internasional.
3. Fasilitas Penunjang Prestasi
Beberapa SD di daftar ini memiliki laboratorium sains, studio seni, hingga ruang multimedia dan e-learning center.
SD Islam Sabilillah dan Harapan Umat misalnya, terkenal punya sistem digitalisasi yang memudahkan pemetaan minat dan bakat.
Tidak bisa dimungkiri, Sekolah Muhammadiyah mendominasi daftar ini, dengan 5 dari 10 besar berasal dari jaringan sekolah ini.
Hal ini mencerminkan konsistensi Muhammadiyah dalam membangun sistem pendidikan dasar yang berbasis karakter Islami dan nasionalisme.
Menekankan pada kompetensi global, mulai dari bahasa asing, literasi digital, hingga kompetisi tingkat dunia. Serta, mendorong keterlibatan orang tua dan komunitas sekolah.
Apa Arti 236 Medali Itu?
Contoh: SD Al-Ya’lu Malang bukan hanya menjuarai lomba akademik seperti OSN dan KSN, tapi juga cakap dalam lomba internasional seperti IKMC (matematika Australia), olimpiade sains Singapura, lomba coding tingkat ASEAN, dan hafalan Quran internasional.
Jumlah 236 medali adalah akumulasi dari berbagai cabang lomba—mewakili capaian luar biasa siswa usia 6–12 tahun di skala global.
Prestasi siswa SD menjadi indikator penting bahwa fondasi pendidikan Indonesia sudah mulai mengarah ke arah transformasi digital, global, dan berkelanjutan.
Jika tren ini dipertahankan, bukan mustahil anak-anak dari sekolah dasar ini akan menjadi pemimpin masa depan di bidang riset, teknologi, dan budaya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni