Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Apakah Kucing Bisa Menangis? Ini Penjelasan dan Cara Menghibur Kucing Sedih

Bihan Mokodompit • Senin, 4 Agustus 2025 | 11:15 WIB
Ilustrasi kucing yang sedang menatap ke jendela seolah sedang sedih.
Ilustrasi kucing yang sedang menatap ke jendela seolah sedang sedih.

RADARTUBAN - Pernahkah Anda bertanya-tanya, apakah kucing menangis saat ditinggal terlalu lama? Atau ketika sarapannya telat disiapkan?

Pertanyaan ini sering muncul di kalangan pecinta hewan, dan menariknya, apakah kucing Bisa menangis adalah keyword utama yang banyak dicari di internet.

Dalam dunia perilaku hewan, khususnya kucing, fenomena ini memang memiliki jawaban yang cukup kompleks.

Linda Hall, seorang konsultan perilaku kucing sekaligus pendiri Cat Behavioral Alliance, menjelaskan bahwa kucing tidak menangis dengan meneteskan air mata seperti manusia.

Namun, bukan berarti mereka tidak bisa merasa sedih atau kehilangan.

"Inky akan berkeliling rumah sambil mengeong sedih," ujar Hall, menceritakan pengalaman pribadinya ketika kucing cucunya kehilangan ayah manusianya, Sebastian.

Kucing Tidak Menangis Air Mata, Tapi Bisa Menunjukkan Kesedihan

Meski tidak meneteskan air mata secara fisik, kucing bisa menunjukkan rasa sedih atau sakit melalui perubahan perilaku.

Linda Hall menyebutkan beberapa tanda kucing sedih atau stres, antara lain:

• Meningkatnya vokalisasi atau mengeong berlebihan

• Gemetar

• Bersembunyi lebih sering

• Nafsu makan menurun

• Aktivitas berkurang dan lebih banyak tidur

• Perubahan dalam kebiasaan menggunakan kotak pasir

• Kebiasaan grooming yang berubah

• Perilaku agresif

Perubahan ini bisa menandakan adanya gangguan emosional atau masalah fisik.

"Setiap bulan, periksa kucing Anda dari ujung kepala hingga ekor untuk mendeteksi kelainan atau area yang sakit.

Jika kucing Anda mendesis, bukan berarti dia memaki Anda, melainkan memberi tahu bahwa dia takut, cemas, atau Anda menyentuh bagian yang sakit," kata Hall.

Tangisan Kucing dan Faktor Penyebabnya

Hall menjelaskan bahwa mengeong bukan cara utama kucing berkomunikasi sesama mereka. Mereka lebih mengandalkan aroma, sentuhan, dan bahasa tubuh.

Namun, jika kucing terus mengeong atau tampak "menangis", ada kemungkinan besar mereka sedang mengalami masalah serius.

1. Kecemasan dan Stres

Kucing bisa merasa cemas jika terjadi perubahan besar di rumah seperti pindahan, kehadiran hewan baru, atau saat ditinggal lama.

Salah satu tanda umum adalah mereka terus mengeong saat sendirian.

2. Berkabung Karena Kehilangan

Kucing memiliki ikatan emosional yang kuat, baik dengan manusia maupun sesama hewan peliharaan. Jika ada anggota keluarga yang meninggal, mereka bisa menunjukkan tanda duka mendalam.

“Sama seperti kita saat merasa sakit atau sedih, terkadang kucing hanya butuh waktu dan seseorang yang menyayanginya,” ujar Hall.

3. Penyakit Kognitif dan Radang Sendi

Kucing yang sudah berusia di atas 10 tahun rentan terkena penyakit kognitif yang mirip demensia pada manusia.

Mereka bisa kebingungan di malam hari dan menangis karena tidak tahu harus ke mana.

Hal serupa juga terjadi pada kucing yang menderita radang sendi, terutama karena kesulitan bergerak.

"Lebih dari 95 persen kucing berusia di atas 10 tahun diperkirakan mengalami radang sendi. Jadi, jika kucing Anda sudah tua dan sering menangis, bisa jadi dia kesakitan," ujar Hall.

Cara Menghibur dan Membantu Kucing yang Sedih

Ketika Inky berduka, Linda Hall membantunya melalui musik dan rutinitas harian yang teratur. 

Dia menyarankan untuk melakukan langkah pertama ke dokter hewan, guna memastikan tidak ada masalah medis tersembunyi.

"Habiskan waktu bersama kucing Anda. Jika Anda sering bepergian, mintalah teman, kerabat, atau pet sitter profesional untuk mengunjunginya," kata Hall.

Dia juga menyarankan memainkan musik "Music for Cats" karya David Teie sebagai terapi pendukung saat kucing merasa cemas.

Selain suara, aroma juga sangat penting bagi kenyamanan emosional kucing.

"Letakkan selimut favorit kucing di tempat tidur Anda, agar mereka bisa mencium aroma Anda atau anggota keluarga lain saat bangun," jelasnya.

Meskipun tidak menangis secara harfiah, kucing bisa menunjukkan rasa sedih dan kehilangan melalui perilaku mereka.

Dengan mengenali tanda-tanda tersebut dan memberikan perhatian serta perawatan yang tepat, kita bisa membantu mereka pulih dari kesedihan.

Pertanyaan apakah kucing menangis memang tidak memiliki jawaban sesederhana “ya” atau “tidak.”

Namun dengan memahami sinyal emosional yang ditunjukkan, pemilik kucing bisa lebih peka terhadap kebutuhan hewan peliharaannya. (*)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#kucing #sedih #menangis #duka #air mata