Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Cat Harnesses Dinilai Berbahaya, Cats Protection Keluarkan Peringatan Serius

Bihan Mokodompit • Jumat, 3 Oktober 2025 | 17:50 WIB
Ilustrasi kucing dengan cats harnesses.
Ilustrasi kucing dengan cats harnesses.

RADARTUBAN - Cat harnesses atau tali kekang untuk kucing, kini menjadi tren di kalangan pecinta hewan.

Namun, lembaga amal hewan ternama, Cats Protection, memberikan peringatan keras terkait penggunaannya.

Survei terbaru mereka menunjukkan hampir 15 persen pemilik kucing menggunakan harness, meningkat dari 10 persen tahun lalu.

Meski terlihat praktis, praktik ini dinilai dapat membahayakan kesejahteraan kucing. 

Risiko Penggunaan Cat Harnesses

Menurut juru bicara Cats Protection, membawa kucing berjalan dengan tali kekang dan tali pengikat bukanlah pilihan tepat.

“Mengajak kucing berjalan dengan harness dan tali pengikat tidak disarankan. Hal ini kemungkinan besar akan sangat menegangkan dan menakutkan bagi mereka. Yang terpenting, harness mencegah respons melarikan diri, dan perasaan terjebak dapat secara signifikan meningkatkan stres pada kucing,” ujarnya.

Hal ini karena cat harnesses membatasi gerakan alami kucing, termasuk insting untuk kabur ketika merasa terancam.

Situasi tersebut dapat memicu rasa takut berlebihan yang berujung pada masalah kesehatan mental pada kucing.

Pergeseran Tren Pemilik Kucing di Inggris

Survei yang melibatkan lebih dari 10 ribu responden mencatat adanya perubahan besar dalam profil pemilik kucing di Inggris.

Stereotipe lama tentang wanita paruh baya dengan kucing kampung mulai tergeser.

Kini, pemilik kucing lebih banyak berasal dari kalangan muda berusia 18–34 tahun yang tinggal di perkotaan.

Selain itu, minat terhadap kucing ras meningkat tajam.

Untuk pertama kalinya, lebih dari separuh kucing yang diperoleh dalam setahun terakhir merupakan kucing pedigree atau ras murni.

Hal ini sekaligus menandai pergeseran pola kepemilikan, dari adopsi melalui organisasi kesejahteraan hewan menuju pembelian.

Cat Ownership Jadi Simbol Gaya Hidup

Sarah Elliott, dokter hewan pusat Cats Protection, menegaskan bahwa tren pembelian kucing membuat adopsi semakin ditinggalkan.

“Di Inggris, cat acquisition semakin condong pada kucing ras dan pembelian daripada adopsi. Karena itu, kita perlu mendorong para pemilik kucing agar kembali bersemangat mengadopsi dengan cara mengampanyekan keistimewaan kucing kampung (moggy), serta menyoroti semua manfaat dari adopsi – termasuk adopsi kucing ras dari lembaga penyelamatan, ketika kucing tersebut tersedia.” 

Data juga menunjukkan tingkat pengebirian kucing turun menjadi 82 persen, dari 88 persen pada 2020.

Artinya, sekitar 1,5 juta kucing belum dikebiri.

Meski microchip kini menjadi kewajiban hukum sejak Juni 2024, pemilik muda justru lebih jarang melakukan langkah ini.

Sebaliknya, mereka lebih banyak menggunakan teknologi modern seperti GPS tracker untuk memantau kucing mereka.

Tren penggunaan cat harnesses dan meningkatnya popularitas kucing ras mencerminkan pergeseran besar dalam kepemilikan kucing.

Namun, peringatan dari Cats Protection menjadi pengingat penting bahwa kesehatan dan kesejahteraan hewan peliharaan harus selalu menjadi prioritas utama bagi setiap pemilik kucing. (*/lia)

Editor : radar tuban digital
#wanita paruh baya #kucing #Pecinta Hewan #tali kekang #kesehatan #kalangan muda #ditinggalkan #kucing kampung #kesejahteraan #PEDIGREE #harness #Kucing Ras #pergeseran