RADARTUBAN - Mengantisipasi kejadian serupa robohnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, BNBP akan gandeng Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan audit pada setiap struktur bangunan Pondok Pesantren.
“Sesuai arahan Pak Presiden, kita juga akan mendampingi seluruh asesmen semua bangunan yang ada, agar kejadian serupa tidak terjadi di kemudian hari,” tutur Deputi Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan.
Sebelumnya Presiden Prabowo telah memerintahkan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) untuk melakukan audit pada bangunan pesantren tua, khususnya bangunan berusia 100-200 tahun.
"Kita melakukan audit pesantren-pesantren tua, apalagi di atas 100, 200 tahun, yang tentu koordinasi bersama Menteri PU. Audit bangunan, lalu kita carikan untuk renovasinya, yang tua dulu rawan dulu. Yang menyangkut mana yang diprioritaskan, kita sudah memutuskan, yang kita prioritaskan adalah yang paling rawan, yang kedua, yang paling tua, itu dua prioritas," ujar Cak Imin.
Dalam pengakuannya, Cak Imin juga mengatakan bahwa Presiden Prabowo memerintahkan pemerintah untuk segera anggaran guna membantu proses renovasi bangunan pesantren yang ditemukan rawan.
"Ini perintah Presiden, maka kita harus carikan anggaran untuk pesantren-pesantren yang rawan itu, terutama yang sangat rawan, segera ditangani pembangunannya, atau renovasinya. Berapa jumlahnya ini, on process untuk lagi didata," ujar Cak Imin.(*)
Editor : Yudha Satria Aditama