RADARTUBAN- Joko Widodo Mantan Presiden ketujuh RI mengaku tidak akan pindah ke rumah pensiun yang diberikan negara kepada dirinya.
Rumah pensiun tersebut berada di kawasan Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah.
Alasan Jokowi tidak akan pindah ke rumah pensiun, adalah ia ingin tetap menetap di rumahnya sendiri di Sumber, Banjarsari, Solo. Hanya berjarak 5,5 meter dari rumah pensiun.
"Enggak [tinggal di rumah pensiun], tetap di rumah lama. Alhamdulillah, sudah punya rumah, sudah punya rumah kok. Sudah punya rumah meskipun rumahnya kecil ya apapun tetap senang di rumah yang lama," kata Jokowi.
Ia mengatakan lebih memilih rumah pensiun tersebut digunakan sebagai tempat pertemuan, serta ruang publik.
Selain itu Jokowi juga menyebut bahwa tanah rumah pensiun tersebut belum diserahterimakan kepada dirinya, masih berada dibawah kepemilikan Kementerian Sekretariat Negara (Setneg).
"Ya, bisa saja untuk pertemuan, pertemuan. Bisa aja (jadi ruang publik), belum, mau diserahkan aja belum sudah ditanya-tanya," kata Jokowi.
Mengutip dari tribunnews.com, rumah pensiun yang berdiri diatas lahan 12.000 meter persegi mencapai harga Rp 10 juta per meter, telah dibangun sejak Juni 2024 tersebut telah memasuki tahap finishing.
"(Pembangunan) cukup lama karena dua tahap. Tahap pertama sudah 100 persen, yang tahap kedua finishing masih berjalan," ungkap Slamet Kepala Desa Blulukan.
Pembangunan rumah pensiun di Blulukan sendiri telah berdasarkan pilihan Jokowi, serta telah sesuai dengan pagu anggaran yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) 120/PMK.06/2022 tentang Penyediaan, Standar Kelayakan dan Perhitungan Nilai Rumah Kediaman bagi Mantan Presiden dan/atau Mantan Wakil Presiden RI.
Sebelumnya pada periode pertama di 2017 saat menjabat sebagai Presiden bersama wakil Jusuf Kalla, Jokowi sempat menolak rumah pensiun.
Jokowi baru menyetujui pemberian rumah pensiun saat menjabat sebagai Presiden di periode kedua, ia mau rumah tersebut dibangun di Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni