RADARTUBAN- Senin, 10 November 2025, Indonesia kembali diguncang oleh serangkaian gempa bumi yang tersebar di berbagai wilayah.
Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), aktivitas gempa tercatat mulai dari Papua hingga Maluku.
Kekuatan gempa bervariasi, mulai dari magnitudo 2,3 hingga 5,3, menunjukkan bahwa bumi sedang bergerak aktif di kawasan timur nusantara.
Menurut informasi dari akun resmi Info BMKG di platform X, gempa pertama hari itu terjadi di timur laut Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), tepatnya pukul 05.15 WIB.
Gempa berkekuatan magnitudo 3,0 ini berasal dari kedalaman 10 kilometer, tergolong dangkal dan berpotensi terasa di permukaan.
Meski sempat mengguncang, hingga kini belum ada laporan kerusakan atau dampak berarti yang ditimbulkan.
Tak lama setelah gempa di NTB, guncangan yang lebih kuat terasa di wilayah timur laut Supiori, Papua.
Gempa berkekuatan magnitudo 5,3 ini terjadi pada pukul 05.53 WIB dan berasal dari kedalaman 222 kilometer di bawah laut.
Menurut BMKG, lokasi pusat gempa cukup jauh dari daratan, sehingga tidak menimbulkan potensi tsunami.
Meski cukup besar, gempa ini tergolong dalam kategori dalam, yang biasanya tidak menimbulkan dampak besar di permukaan.
Di waktu yang hampir bersamaan, wilayah Maluku Utara turut diguncang gempa berkekuatan magnitudo 4,0 pada pukul 06.36 WIB.
BMKG mencatat pusat gempa berada sekitar 6 kilometer dari timur laut Halmahera Barat, dengan kedalaman mencapai 184 kilometer.
Meski tergolong gempa menengah, guncangan ini diperkirakan sempat terasa di beberapa daerah sekitar Halmahera.
Masih di wilayah Nusa Tenggara Barat, gempa ringan kembali terasa di Sumbawa pada pukul 07.44 WIB.
Guncangan bermagnitudo 2,3 ini berpusat sekitar 23 kilometer di barat daya Sumbawa, dengan kedalaman 10 kilometer.
Karena tergolong dangkal, gempa ini sempat terasa namun tidak menimbulkan kerusakan atau dampak berarti.
Rangkaian gempa pagi itu ditutup dengan guncangan di wilayah timur laut Seram Bagian Timur, Maluku, pada pukul 08.52 WIB.
Gempa bermagnitudo 3,5 ini berasal dari kedalaman 34 kilometer di bawah permukaan laut.
Meski tidak terlalu besar, aktivitas seismik ini menandai berakhirnya rentetan gempa yang mengguncang sejumlah wilayah Indonesia sejak dini hari.
BMKG mengingatkan bahwa semua data yang dirilis masih bersifat sementara dan bisa saja berubah seiring proses pembaruan.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah panik.
Pastikan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG agar mengetahui kondisi terkini di wilayah masing-masing dengan akurat. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama